Berita

Ilustrasi (Foto: Dok Pegadaian)

Bisnis

Pegadaian Himpun 129 Ton Emas Lewat Layanan Bullion Bank

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 09:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Pegadaian (Persero) berhasil mengumpulkan total 129 ton emas hingga 31 Oktober 2025. Jumlah tersebut berasal dari seluruh produk layanan emas Pegadaian, termasuk dari layanan bullion atau bullion bank yang resmi beroperasi sejak akhir Februari 2025.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan bahwa peluncuran Bank Emas mendapat sambutan positif dari masyarakat. 

“Saat Bank Emas diluncurkan, minat masyarakat meningkat pesat, apalagi bertepatan dengan tren harga emas yang sedang tinggi,” ujarnya dalam acara Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu 12 November 2025. 


Damar memaparkan bahwa layanan deposito emas berhasil menghimpun sekitar 1,86 ton logam mulia dengan nilai sekitar Rp4,14 triliun. Sementara itu, layanan pinjaman modal kerja telah menyalurkan emas sebanyak 370 kilogram senilai Rp628 miliar.

Layanan perdagangan atau trading emas fisik mencatat transaksi hingga 7,68 ton emas dengan nilai sekitar Rp14,14 triliun. Kemudian, layanan titip emas korporasi (corporate gold custody) berhasil mengumpulkan sekitar 3,1 ton emas atau senilai Rp6,88 triliun.

Adapun tabungan emas Pegadaian telah mencapai 15,75 ton dengan nilai sekitar Rp35,04 triliun, sedangkan layanan cicil emas mengumpulkan 8,8 ton logam mulia dengan total nilai Rp13 triliun.

Secara keseluruhan, operasional Bullion Bank Pegadaian telah menghimpun 28,76 ton emas dengan nilai mencapai Rp60,83 triliun hingga akhir Oktober 2025.

Selain itu, Pegadaian juga masih mengelola emas dari layanan utamanya, yakni gadai emas, yang saat ini mencapai sekitar 92 ton logam mulia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya