Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi (Foto: Dokumen pribadi Okta Kumala)

Politik

Komisi I DPR: Diplomasi Prabowo di Australia Perkuat Persahabatan dan Peluang Ekonomi

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 09:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Australia dinilai sebagai langkah strategis yang memperkuat politik luar negeri Indonesia, khususnya dalam membangun persahabatan dan kerja sama dengan negara tetangga.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala mengatakan, di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia kini tampil sebagai negara yang aktif membangun hubungan persahabatan dengan semua negara, khususnya negara tetangga.

“Ini bukti konsistensi prinsip beliau: ‘Sejuta kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak’,” ujar  Okta Kumala, kepada wartawan, Kamis, 13 November 2025.


Dikatakan Okta, hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia memiliki arti strategis, baik dari sisi pertahanan, keamanan, maupun ekonomi. M
elalui pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Anthony Albanese, diharapkan kedua negara dapat memperkuat kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertahanan, pertanian, maritim, teknologi, pariwisata dan investasi.

“Kunjungan ini akan semakin memperkuat kerja sama Indonesia–Australia,” kata Legislator PAN ini.

Ia juga menekankan, kerja sama ini penting untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia, serta memperkuat posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.

Okta lantas menyoroti kondisi perdagangan Indonesia yang saat ini masih mengalami defisit terhadap Australia sekitar Rp150 miliar. Namun, ia optimistis bahwa peluang-peluang ekspor akan terbuka seiring penguatan hubungan ekonomi kedua negara. 

Dengan komunikasi yang baik antara kedua pemimpin, menurutnya, akan ada peluang ekspor baru yang terbuka dan momentum ini juga dapat meningkatkan volume perdagangan Indonesia-Australia yang saat ini mencapai lebih kurang Rp250 miliar Rupiah.

“Hubungan bilateral harus terus diarahkan untuk saling menguntungkan, menjaga semangat persahabatan, dan memperkuat peran Indonesia di kawasan Indo-Pasifik,” kata Okta.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya