Berita

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Ketua Bawaslu Anggap Tuduhan Keji soal Command Center Bermasalah

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 00:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja menegaskan pengadaan command center yang dianggap bermasalah merupakan suatu tudingan keterlaluan.

Ia menyatakan laporan dugaan korupsi terhadap dirinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sesuai dengan fakta yang telah terkonfirmasi dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Saya kira itu tidak benar sama sekali dan tuduhan ini yang keji lah," ujar Bagja saat ditemui di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 12 November 2025.


Anggota Bawaslu RI dua periode itu mengaku secara bertubi-tubi mendapat laporan serupa, dari sejumlah pihak yang mempersoalkan pengadaan command center.

"Itu kan sudah berkali-kali, masih terus ya," katanya sesal.

Padahal, lanjut Bagja, mekanisme audit BPK terhadap seluruh penggunaan anggaran di Bawaslu RI merupakan salah satu langkah pertanggungjawaban, sehingga tidak tepat jika pelaporan ke KPK juga menggunakan data BPK.

"Kemudian data yang disampaikan itu data BPK, tapi kemudian juga BPK atas beberapa hal mungkin perlu buka pelanggaran administrasinya, perlu diperbaiki administrasinya, sehingga kemudian hal itu tidak terjadi. Potensi kerugian negara itu tidak terjadi," ucapnya.

Oleh karena itu, Bagja memastikan Bawaslu RI sebagai pengguna anggaran telah diperiksa oleh auditor negara, dan dan memastikan akan terbuka dengan segala kritik dan masukan.

"Tapi ini bersifat tuduhan yang tidak benar, maka ini mohon juga harus berhati-hati, karena yang digunakan data BPK," tuturnya. 

"Itu harus diluruskan, itu tidak benar. Tapi kemudian jika ini berita naik lagi, ada apa lagi?" demikian Bagja menambahkan sembari keheranan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya