Berita

Rapat yang dipimpin Raja Maroko, Mohammed VI di Rabat, Senin, 10 November 2025 (Foto: NAP)

Global

Raja Maroko Gelar Rapat Pemutakhiran Inisiatif Otonomi Sahara

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 12:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Raja Maroko Mohammed VI menggelar pertemuan penting dengan para penasihat kerajaan dan pimpinan partai politik nasional untuk membahas pembaruan dan perincian formulasi inisiatif otonomi Sahara Maroko.

Mengutip pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kantor Kerajaan, Rabu, 12 November 2025, disebutkan bahwa pertemuan tersebut dipimpin oleh tiga penasihat Raja, yakni Talb Fassi Fihri, Omar Azziman, dan Fouad Ali El Himma, serta dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Urusan Diaspora Maroko.

“Sesuai dengan Instruksi Tinggi Yang Mulia Raja, pertemuan ini dikhususkan untuk memperbarui dan merinci formulasi inisiatif otonomi, dalam kerangka kedaulatan Maroko,” demikian bunyi pernyataan resmi kerajaan.


Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Raja yang disampaikan dalam pidato kepada rakyat pada 31 Oktober 2025, setelah Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2797 yang memperkuat posisi Maroko dalam penyelesaian isu Sahara.

Diktakan bahwa pertemuan ini juga mencerminkan komitmen Raja Mohammed VI terhadap pendekatan partisipatif dan konsultasi luas dalam setiap kebijakan strategis yang menyangkut kepentingan nasional.

“Para Penasihat Yang Mulia Raja menyampaikan kepada para pimpinan partai politik yang hadir tentang kesediaan Raja untuk berkonsultasi dengan mereka mengenai isu krusial ini bagi seluruh rakyat Maroko,” lanjut pernyataan itu.

Para pimpinan partai yang hadir menyambut baik perkembangan positif terkait isu Sahara Maroko dan menyatakan kebanggaan atas keputusan Raja yang melibatkan lembaga-lembaga nasional serta berbagai kekuatan bangsa dalam penyusunan visi terpadu mengenai otonomi Sahara.

Mereka juga menegaskan komitmen untuk mendukung penuh kepemimpinan dan upaya berkelanjutan Raja Mohammed VI dalam membela hak sah Maroko atas Sahara, yang kini semakin diakui oleh komunitas internasional sebagai solusi realistis dan berkelanjutan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya