Berita

Kepala BGN Dadan Hindayana (YouTube DPR)

Politik

Program MBG Sudah Jangkau 42 Juta Orang di Seluruh Indonesia

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 12:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan capaian signifikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada hari ini, Rabu, 12 November 2025.  

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sudah 42 juta masyarakat di seluruh Indonesia telah merasakan manfaat program MBG.

“Sudah menjangkau lebih dari 42 juta di 38 provinsi, di 509 kabupaten, dan kemudian di 7.022 kecamatan,” ungkap Dadan di Ruang Rapat Komisi IX DPR, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.


Dadan menjelaskan, jumlah satuan pelaksana program juga terus meningkat. Berdasarkan edaran terakhir tercatat sebanyak 14.778 satuan, dan per pagi ini sudah bertambah menjadi 14.853.

Adapun penerima manfaat program MBG mencakup berbagai kelompok masyarakat. Untuk bayi di bawah lima tahun telah mencapai 1,8 juta anak, pendidikan anak usia dini 1,1 juta, raudatul athfal 626 ribu, taman kanak-kanak 1,9 juta, sekolah dasar kelas 1–3 sebanyak 7,7 juta, dan sekolah dasar kelas 4–6 sekitar 7,75 juta penerima.

Selain itu, kelompok ibu hamil telah mencapai 267 ribu, ibu menyusui 599 ribu, peserta sekolah luar biasa 77 ribu, santri di pondok pesantren sekitar 316 ribu, peserta seminari 979 orang, serta peserta di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) sebanyak 97 ribu.

“Jadi ini sudah bervariasi, itu mencakup total 420.451 kelompok yang sudah kita capai dan seluruh penerima manfaat, alhamdulillah sudah melebihi 50 persen dari total target kita tahun 2025,” ujar Dadan.

Ia menambahkan, capaian tersebut melampaui target awal program yang hanya 17,5 juta penerima dengan 5.000 satuan pelaksana pangan gizi (SPPG). 

“Target awal yang sebetulnya awalnya hanya 17,5 juta dan juga dengan 5.000 SPPG kita sudah jauh melampaui, tapi ini targetnya dipercepat dan kita ingin mengejar 82,9 juta,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya