Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Catat Rekor Tertinggi Didukung Saham Kesehatan

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup di level tertinggi sepanjang masa, didorong penguatan sektor kesehatan serta optimisme investor terhadap berakhirnya penutupan pemerintahan (government shutdown) Amerika Serikat.

Indeks STOXX 600 naik 1,28 persen ke posisi 580,13, pada penutupan perdagangan Selasa 11 November 2025 waktu setempat, atau Rabu pagi WIB. Penguatan ini menandai rekor penutupan tertinggi setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday di awal perdagangan.

Kinerja positif juga terlihat di berbagai bursa Utama. FTSE 100 Inggris melonjak 1,15 persen ke 9.899,60, didukung harapan pemangkasan suku bunga oleh Bank of England setelah data menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja. DAX Jerman menguat 0,53 persen ke 24.088,06. CAC 40 Prancis juga naik 1,25 persen ke 8.156,23.


Kenaikan ini melanjutkan reli hari Senin, ketika saham Eropa mencatat penguatan harian terbesar dalam enam bulan terakhir. Sentimen positif muncul setelah Senat AS menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah, yang membuka jalan bagi kembalinya publikasi data ekonomi resmi.

Sektor kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 2,9 persen.

Saham Novo Nordisk melesat 6,4 persen setelah komentar positif dari JPMorgan dan laporan bahwa perusahaan memangkas harga obat penurun berat badan Wegovy hingga 33 persen di India. Saham Zealand Pharma turut naik 8,7 persen.

Sektor barang mewah menguat 2,4 persen, sedangkan perbankan naik 1,1 persen. Menurut Ozkardeskaya, sejumlah sektor seperti barang mewah dan otomotif mulai menunjukkan hasil keuangan yang lebih baik dari perkiraan, meski prospek ekonomi Eropa masih dibayangi ketegangan dagang dengan AS dan China.

Saham Richemont di Swiis juga naik 1,9 persen. Saham Swatch Group melompat 5,7 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menurunkan tarif ekspor Swiss sebesar 39 persen.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya