Berita

Nyai Sinta Nuriyah didampingi Mbak Yenny zaat ziarah Makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa, 11 November 2025. (Foto: RMOLJatim/Al Farabi)

Nusantara

Nyai Sinta: Semoga Perjuangan Gus Dur jadi inspirasi Generasi Penerus

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 03:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Istri mendiang Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nyai Sinta Nuriyah Wahid berziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur pada Selasa, 11 November 2025.  

Nyai Sinta didampingi putrinya, Zannuba Arifah Chafsoh atau Mbak Yenny.

Ziarah tersebut dalam rangka mendoakan dan rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang disematkan kepada Gus Dur oleh Presiden Prabowo Subianto.


"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih dengan penuh kerendahan hati menerima gelar dari pemerintah untuk Gus Dur. Semoga perjuangan beliau menjadi inspirasi bagi generasi penerus," ujar Nyai Sinta usai berziarah di makam Gus Dur dikutip Kantor Berita RMOLJatim. 

Kedatangan Nyai Sinta dan Mbak Yenny disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin bersama pengurus.

Nyai Sinta mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas perjuangan Gus Dur di bidang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, dan toleransi. Namun, baginya, Gus Dur telah lebih dulu menjadi pahlawan di hati rakyat.

"Istilah pahlawan nasional itu kalah dengan pahlawan rakyat. Yang dikunjungi, diberi doa, dan ditaburi bunga bukan pahlawan nasional tapi pahlawan rakyat, yang selalu ada di hati rakyat, selamanya akan menjadi pahlawan rakyat," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemikiran Gus Dur akan terus hidup dan menjadi pegangan moral bangsa Indonesia.

Menurutnya, pemikiran Gus Dur akan selalu hidup selamanya, karena pemikiran tentang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, dan toleransi tidak akan runtuh.

"Itu peninggalan Gus Dur," tuturnya.

Nyai Sinta juga menyinggung kondisi bangsa yang menurutnya masih belum menemukan keseimbangan.

Menurut dia, kondisi bangsa ini seperti pusaran angin, masih bergerak ke satu arah karena belum menemukan pegangan yang kuat untuk membuat pusaran ini tenang.

Sementara, Yenny Wahid menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas gelar yang diberikan kepada ayahandanya.

Mbak Yenny menambahkan, perjuangan Gus Dur lahir dari ketulusan dan hati nurani. Kata dia, Gus Dur tidak pernah berharap mendapatkan titel atau posisi, beliau berjuang murni demi keadilan dan kemanusiaan.

"Itu yang akan selalu dikenang bangsa Indonesia. Gus Dur tidak hanya pahlawan nasional, namun pahlawan rakyat dan selamanya menjadi pahlawan rakyat," pungkasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya