Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Pramono Pastikan Iklim Investasi di Jakarta Ramah Buat Pengusaha

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 01:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penyelenggaraan Jakarta Investment Award (JIA) 2025 memiliki makna penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemprov dan dunia usaha. 

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi bagi para pelaku usaha, tetapi juga simbol komitmen Jakarta dalam menghadirkan iklim investasi yang ramah, transparan, dan berintegritas.

“Bagi saya pribadi, award ini sebagai apresiasi kepada pelaku usaha, tetapi yang paling utama adalah bagaimana iklim investasi di Jakarta itu betul-betul sudah ramah kepada pengusaha, memberikan kemudahan kepada pengusaha,” kata Pramono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 11 November 2025.


Politikus PDIP itu menyebut Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan reformasi pelayanan untuk mempermudah proses investasi. 

Salah satu contoh perbaikan signifikan adalah percepatan pengurusan Koefisien Lantai Bangunan (KLB), yang sebelumnya diselesaikan dalam waktu bertahun-tahun, kini dapat diselesaikan hanya dalam 15 hari melalui proses yang transparan dan terbuka.

“Dulu ada yang selesai 12 tahun, 8 tahun, 4 tahun, 6 tahun, sekarang saya jamin 15 hari selesai. Untuk mengubah itu tidak gampang, yang paling penting adalah tekad dari pemimpinnya, sebab banyak daerah abu-abu yang harus dirubah menjadi daerah hitam dan putih,” bebernya.

Pramono menjelaskan percepatan penanganan KLB ini tidak hanya memberikan kepastian bagi pelaku usaha, tetapi juga menghasilkan nilai manfaat ekonomi langsung bagi daerah. Ia menegaskan bahwa investasi akan datang ketika pemerintah dapat dipercaya dan mampu menyelesaikan persoalan yang selama ini menghambat dunia usaha.

“Jakarta Investment Award menjadi penanda bagaimana Jakarta bisa menjadi kota yang membangkitkan kepercayaan publik, itu yang paling utama,” ungkap dia.

Selain itu, Pramono menyampaikan bahwa transformasi Jakarta sebagai kota global terus menunjukkan kemajuan. Saat ini, Jakarta menempati peringkat ke-18 dunia untuk indeks kebahagiaan warga perkotaan, serta berada pada peringkat ke-17 untuk infrastruktur publik, melampaui banyak kota besar di kawasan regional, termasuk Bangkok dan Kuala Lumpur.

“Saya secara khusus, meminta dukungan dari para pengusaha, mari bersama-sama kita bangun Jakarta menjadi Kota Global. Mudah-mudahan peringkat Jakarta dalam Global Cities Index bisa terus naik peringkat di tahun mendatang," pungkasnya.

Adapun peringkat Jakarta dalam Global Cities Index 2025 yang dirilis oleh lembaga internasional Kearney mengalami kenaikan peringkat di tahun ini, menjadi posisi ke-71 dari 158 kota di dunia, sebelumnya Jakarta berada di posisi 74.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya