Berita

(Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq (tengah). (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Nusantara

Wamen Fajar Kupas Makna Literasi Era Digital di Pertemuan Relima

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 00:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa literasi di era digital tak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang memahami makna, menumbuhkan empati, dan memperkuat rasa kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Fajar saat memberikan arahan dalam kegiatan Pertemuan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI di Bogor, Selasa, 11 November 2025. 

Kegiatan ini mempertemukan ratusan relawan literasi dari berbagai provinsi di Indonesia untuk memperkuat koordinasi, berbagi praktik baik, dan membangun jejaring gerakan literasi di tingkat masyarakat.


“Saya senang bisa bertemu dengan para pahlawan literasi dari seluruh penjuru Indonesia. Literasi bukan hanya soal membaca cepat, tapi tentang menumbuhkan makna dari setiap teks dan pengalaman hidup,” ujar Wamen Fajar.

Ia menambahkan, di tengah derasnya arus digitalisasi, masyarakat kerap terjebak pada kecepatan membaca dan informasi instan. Padahal, inti literasi terletak pada kemampuan berpikir mendalam dan reflektif atau yang ia sebut sebagai mindful reading.

“Membaca hari ini bukan soal cepat, tapi soal meresapi makna. Literasi adalah proses memahami hidup dengan kesadaran penuh,” lanjutnya.

Wamen Fajar juga mengaitkan semangat literasi dengan arah kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang menekankan pentingnya Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

“Pak Menteri Abdul Mu'ti selalu mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar capaian akademik, tetapi membangun kedalaman berpikir dan kepekaan sosial. Literasi menjadi dasar bagi pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Relima memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi nasional.

“Relima bukan hanya komunitas literasi, tapi penggerak yang menghubungkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media agar literasi menjadi budaya hidup sehari-hari dalam kerangka catur pusat pendidikan yang selalu disampaikan Pak Menteri,” tegasnya.

Wamen Fajar juga mengajak para relawan literasi untuk menjadikan gerakan ini bagian dari upaya memajukan pendidikan yang bermutu dan inklusif.

“Apa yang dilakukan Relima sejalan dengan semangat Kemendikdasmen: memajukan pendidikan yang berpihak pada anak, menumbuhkan karakter, dan memperkuat empati sosial,” ungkapnya.

“Kami percaya, literasi adalah amal kebaikan. Buku, baik digital maupun cetak, adalah jembatan untuk memanusiakan manusia.” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI Aminudin Aziz, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wamen Fajar yang telah memberikan motivasi dan penguatan kepada para Relawan Literasi Masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Wamen Fajar yang telah hadir memberikan semangat dan inspirasi bagi para relawan literasi dari berbagai provinsi. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan gerakan literasi masyarakat agar semakin berdampak di berbagai daerah,” ujar Aminudin.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya