Berita

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri (tengah) dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa 11 November 2025. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Presisi

Pelaku Ledakan SMAN 72 Menyukai Konten Kekerasan

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 18:54 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Siswa F, pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bergaul dengan orang lain atau teman sekelasnya.

Fakta ini diperoleh usai penyidik memeriksa 16 orang saksi, termasuk pelaku, keluarga hingga para siswa SMAN 72 dan guru di sekolah tersebut. 

"Dari keterangan yang kami himpun, Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) yang terlibat (ledakan di SMAN 72) dikenal pribadi tertutup dan jarang bergaul," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Selasa 11 November 2025.


Menurut Irjen Asep, fakta ini diperkuat dengan hasil analisis ponsel dan aktivitas di internet. Diketahui F  tertarik atau menyukai konten kekerasan dan hal-hal ekstrem. 

Sebelumnya, pada Jumat 7 November 2025, ledakan besar terjadi di dalam kompleks SMA Negeri 72 di Kelapa Gading. Ledakan itu terjadi ketika para siswa melaksanakan salat Jumat. 

Tak ada korban jiwa dalam ledakan tersebut. Tetapi lebih dari 90an siswa mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit dan perawatan medis.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya