Berita

Media briefing tahunan yang diselenggarakan ETP Forum di Purnomo Yusgiantoro Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 10 Nevember 2025. (Foto: ETP Forum)

Politik

Satu Tahun Prabowo, Transisi Energi Nasional Belum Optimal

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 18:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Satu tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin, arah kebijakan energi Indonesia menghadapi berbagai peluang dan tantangan. 

Meskipun pemerintah telah menegaskan komitmen terhadap transisi energi dan penanganan iklim dalam forum-forum internasional seperti KTT G20 Brasil 2024 dan COP30 Brasil 2025, namun langkah implementatif di dalam negeri dinilai masih belum optimal.

Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Energy Transition Policy Development Forum (ETP Forum) -- yang terdiri atas Climateworks Centre, Centre for Policy Development (CPD), Institute for Essential Services Reform (IESR), International Institute for Sustainable Development (IISD), Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID), dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) -- menyampaikan rekomendasi kebijakan
serta prioritas strategis untuk memperkuat arah transisi energi nasional.

serta prioritas strategis untuk memperkuat arah transisi energi nasional.

Forum ini menyampaikan bahwa pada paruh pertama tahun 2025, bauran energi terbarukan nasional mencapai 16,6 persen, disertai tambahan kapasitas pembangkit listrik bersih sebesar 876,5 MW, atau meningkat 15,46 persen dari tahun sebelumnya. 

"Namun, capaian tersebut masih belum memadai untuk memenuhi target Persetujuan Paris. Dalam APBN 2026, pemerintah mengalokasikan Rp402,4 triliun untuk ketahanan energi, dengan porsi Rp37,5 triliun untuk pengembangan energi terbarukan," kata Senior Consultant di The Purnomo Yusgiantoro Center, Farida Zed dalam media briefing tahunan di Purnomo Yusgiantoro Center, Senin 10 Nevember 2025.

Masalah utama yang mengemuka mencakup subsidi energi berbasis komoditas, ketimpangan penerima manfaat, serta stagnasi investasi energi bersih. Selain itu, penjualan kendaraan listrik menurun pasca penghapusan insentif, sementara peta jalan penghentian PLTU batu bara belum memiliki kejelasan. 

Untuk itu, ETP Forum mendorong dan merekomendasikan dilakukannya pergeseran subsidi komoditas menjadi subsidi langsung berbasis penerima manfaat dengan menggunakan Data Tunggal Subsidi Energi Nasional (DTSEN). Penghematan subsidi diharapkan dialihkan untuk investasi energi bersih serta pembangunan jaringan listrik mikro dan off-grid berbasis komunitas di wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T).

ETP Forum juga mendorong dilakukannya reformasi kelembagaan energi yang bertujuan untuk memisahkan secara tegas fungsi regulator dan operator bisnis, guna memperkuat transparansi dan menarik investor. Forum juga mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Transisi Energi di bawah Presiden untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif.

Salain itu, ETP Forum mendesak pembaruan target energi dalam KEN, RUKN, dan RUPTL agar sejalan dengan visi Presiden Prabowo menuju 100 persen energi terbarukan pada 2040. Pemerintah juga perlu menggandakan efisiensi energi, memperkuat riset dan pengembangan teknologi bersih seperti baterai transportasi publik, hidrogen hijau, dan amonia sebagai bahan bakar alternatif, serta mengevaluasi insentif kendaraan listrik secara berkelanjutan.

ETP Forum juga menekankan pentingnya penerapan standar ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam sektor hilirisasi mineral kritis untuk mencegah kerusakan lingkungan. Selain itu, kebijakan energi harus mengintegrasikan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) serta mengembangkan kerangka transisi berkeadilan (Just Transition Framework) agar kelompok rentan dan pekerja terdampak tetap terlindungi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya