Berita

Presiden ke-2 RI Soeharto.

Politik

Soeharto Banyak Jasa untuk Indonesia

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 14:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto mendapat dukungan dari Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rachmat Gobel.

Menurutnya, di balik polemik pemberian gelar, setiap orang pasti punya kelemahan dan kekurangan. Namun kontribusi Soeharto dinilai sangat besar bagi bangsa dan negara ini.

Dia membeberkan bahwa Soeharto berperang melawan kolonialisme Belanda di masa revolusi. Peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret 1949 adalah puncak prestasinya di masa itu. 


"Memang di situ ada banyak peran dari sejumlah tokoh seperti Sri Sultan Hamengku Buwono IX maupun Jenderal Nasution, bahkan Panglima Soedirman, tapi fakta yang tak bisa dibantah adalah Pak Harto yang menjadi komandannya," katanya lewat keterangan resminya, Senin, 10 November 2025.

Kedua, Soeharto dinilai berhasil menyelamatkan Indonesia dari tragedi 1965. 

"Memang di sini banyak kontroversi, namun ujungnya Indonesia selamat dari krisis politik dan ekonimi yang berpotensi mengancam Indonesia dari bahaya perpecahan serta sekaligus mengembalikan Indobesia dari ambiguitas dalam masalah sistem politik dan ideologi Pancasila," katanya.

Ketiga, suka tidak suka Soeharto adalah Bapak Pembangunan. Melalui Trilogi Pembangunan, yaitu stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan ekonomi, Soeharto berhasil membangun Indonesia di segala bidang dengan keseimbangan anggaran maupun prioritas sektor yang terjaga dengan baik. 

Keempat, Soeharto berhasil membangun sektor pertanian dan pangan. Karena itu FAO memberikan penghargaan kepada Pak Harto, dari importir beras terbesar menjadi swasembada. Bahkan hal itu juga terjadi di komoditas nonberas, sehingga kita mengenal istilah sembako. 

"Masalah harga cabai dan kol pun tiap hari dipantau agar rakyat tidak kekurangan pangan. Pencetakan sawah, irigasi, bendungan, dan waduk dibangun di mana-mana. Pupuk disubsidi, bibit dijamin, alsintan pun dibagikan. Pabrik pupuk didirikan. Hingga kini kita masih menikmati karyanya," katanya.

Kelima, berhasil memberantas buta huruf dan membangun sektor pendidikan. Keenam, berhasil melaksanakan program transmigrasi dengan sangat baik. Ketujuh, berhasil membangun kesehatan, yaitu dengan mendirikan Puskesmas di tiap kecamatan, Puskesmas Pembantu di wilayah remote, dan Posyandu di tiap RT. 

Kedelapan, Soeharto berhasil mengendalikan jumlah penduduk melalui program Keluarga Berencana dan slogan Dua Anak Cukup. Kesembilan, berhasil menjadikan Pancasila dan UUD 1945 menjadi pandangan hidup dan pedoman hidup bangsa Indonesia. Kesepuluh, berhasil menerapkan prinsip meritokrasi dengan baik dalam rekrutmen pejabat negara. 

"Hingga kini kita selalu mengenang bahwa menteri-menteri terbaik adalah menteri di masa Pak Harto. Demikian pula dalam rekrutmen bupati, walikota, gubernur, kepala polisi, dan seterusnya. Kita harus akui itu," katanya.

Gobel mengajak masyarakat untuk membiasakan melihat sisi positif dari setiap pemimpin, sehingga dapat memperoleh sintesis yang baik. Jangan justru terus menerus melakukan dekonstruksi terhadap yang sudah lalu.

"Sehingga kita akan terjebak di kubangan yang sama dan tak beranjak ke mana-mana. Jika kita terus menegasi kebaikan masa lalu maka kita akan selalu memulai fase dari awal lagi. Ini yang membuat Indonesia menjadi susah maju," demikian Gobel.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya