Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Emas Sentuh Level Psikologis 4.000 Dolar AS di Tengah Ketidakpastian AS

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 07:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas global kembali menjadi sorotan setelah berhasil menembus level psikologis 4.000 Dolar AS per troy ons pada perdagangan awal pekan ini. Logam mulia ini menguat berkat melemahnya Dolar AS dan meningkatnya permintaan safe haven akibat kekhawatiran yang terus membayangi, termasuk risiko penutupan (shutdown) pemerintah Amerika Serikat.

Pada perdagangan Senin 10 November 2025, harga emas dunia di pasar spot terapresiasi 0,25 persen sampai engan pukul 6 tadi pagi, bertengger di posisi 4.008,83 Dolar AS per troy ons. Kenaikan ini melanjutkan momentum dari penutupan Jumat 7 November 2025. 

Meski sempat menyentuh puncak intraday di 4.027,25 Dolar AS sebelum sedikit terkoreksi, para analis melihat bahwa emas kini bertahan di area konsolidasi dan sedang menguji batas atasnya.


Kenaikan harga emas pada Jumat didukung oleh dua faktor Utama yaitu melemahnya Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level 99,60. Melemahnya Dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih terjangkau bagi investor yang memegang mata uang lain.

Faktor lainnya adalah permintaan Safe Haven. Kekhawatiran penutupan pemerintah AS yang berkelanjutan, serta gejolak di pasar saham (di mana Wall Street mengalami penurunan mingguan tajam), mendorong investor beralih ke emas sebagai aset aman.

Analis senior dari Kitco Metals, Jim Wyckoff, berpendapat bahwa pergerakan teknikal saat ini memberi sinyal penting.

 "Pergerakan harga baru-baru ini secara teknis menunjukkan bahwa kita mungkin mencapai batas bawah harga emas dan perak sebelum melanjutkan kenaikan," katanya dikutip dari CNBC.

Ketidakpastian ini diperkuat dengan ditundanya rilis laporan penggajian non-pertanian (NFP) bulanan AS. Pedagang kini berspekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) memiliki peluang 66 persen untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, yang secara historis akan menguntungkan emas (aset tanpa imbal hasil).

Di tengah fluktuasi jangka pendek, raksasa perbankan Swiss, UBS, mengeluarkan catatan riset komprehensif yang menjamin investor akan prospek cerah emas. UBS meyakini koreksi harga saat ini hanyalah sementara.

"Penurunan harga emas saat ini hanya sementara, dan harga logam kuning masih berada di jalur untuk mencapai 4.200 Dolar AS per troy ons, dengan skenario kenaikan berupa meningkatnya risiko geopolitik atau pasar yang mendorongnya hingga mencapai 4.700 Dolar AS per troy ons,” katanya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya