Berita

Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Perdagangan Sepekan Terakhir: Volume Transaksi BEI Anjlok, IHSG Justru Cetak Rekor Tertinggi

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kemarin, atau periode 3-7 November 2025 menunjukkan kondisi yang menarik, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam, tetapi aktivitas jual beli harian justru melambat signifikan.

Selama sepekan perdagangan di periode tersebut rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp17,54 triliun atau merosot 22,49 persen dibandingkan sepekan sebelumnya, yakni Rp22,63 triliun per hari.

Berdasarkan data yang dikutip Senin 10 November 2025, penurunan kinerja perdagangan saham juga terjadi pada data rata-rata volume transaksi harian yang melorot 14,39 persen menjadi 27,06 miliar saham dari 31,61 miliar saham per hari pada pekan sebelumnya.


Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan terakhir tercatat 2,16 juta kali atau mengalami penurunan 6,9 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang mencapai 2,32 juta kali transaksi per hari.

Di akhir pekan, Jumat 7 November 2025, IHSG ditutup di posisi 8.394, melonjak 2,83 persen dari pekan sebelumnya. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All-Time High atau ATH) di angka 8.398. Kenaikan indeks ini juga mendorong nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI melambung 3,09 persen menjadi Rp15.316 triliun.

Penurunan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) hingga 22,49 persen menjadi Rp17,54 triliun menunjukkan bahwa minat beli saham secara keseluruhan melemah, meskipun indeks naik. Ini bisa diartikan bahwa kenaikan IHSG didorong oleh pergerakan harga saham-saham berkapitalisasi besar (Big Caps) tertentu, bukan oleh aktivitas transaksi yang merata di seluruh pasar.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 7 November 2025, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) yang cukup besar, yaitu Rp920,24 miliar di seluruh pasar.

Namun, secara kumulatif sepanjang tahun 2025 (year-to-date), BEI masih membukukan nilai jual bersih (net foreign sell) yang sangat besar, mencapai Rp38,33 triliun.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya