Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Soeharto Masuk Daftar 10 Tokoh yang akan Diberi Gelar Pahlawan Besok

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 19:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden ke-2 RI, Soeharto dipastikan menjadi salah satu dari 10 tokoh yang akan menerima gelar Pahlawan Nasional besok Senin, 10 November 2025.

Hal itu diungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah menghadiri rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Jakarta, Minggu sore, 9 November 2025.

Prasetyo mengonfirmasi bahwa pengumuman akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo dalam sebuah upacara kenegaraan besok. 


“Besok, insya Allah akan diumumkan” ujarnya. 

Ia menyebut ada sekitar 10 nama yang akan diberi gelar Pahlawan Nasional, dan salah satunya adalah Soeharto. 

“Kurang lebih 10 nama. (Soeharto) ya, masuk, masuk,” kata Mensesneg.

Prasetyo menambahkan bahwa pemberian gelar tersebut merupakan bentuk penghormatan negara kepada para tokoh yang dinilai memiliki jasa besar. 

"Sebagaimana kemarin juga kami sampaikan, itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menerima laporan resmi dari Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon terkait proses seleksi calon penerima gelar pahlawan. 

Dari total 49 nama yang diajukan masyarakat melalui pemerintah daerah, Dewan GTK menetapkan 24 nama sebagai prioritas untuk disampaikan kepada Presiden menjelang Hari Pahlawan 2025.

Fadli menjelaskan bahwa seluruh nama yang masuk telah melalui seleksi ketat oleh tim peneliti dan akademisi. 

“Semua yang telah disampaikan ini memenuhi syarat. Perjuangannya semua jelas, latar belakangnya, riwayat hidupnya, dan sudah diuji secara akademik, secara ilmiah, melalui beberapa layer, beberapa tahap,” kata Fadli.

Di antara nama-nama tersebut, Soeharto disebut telah tiga kali diusulkan menjadi pahlawan nasional. Selain Soeharto, mantan Presiden Abdurahman Wahid dan aktivis buruh Marsinah juga dikonfirmasi masuk dalam daftar usulan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya