Berita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. (Foto: Humas PKB)

Politik

Beda Sikap Cak Imin Soal Gelar Pahlawan Gus Dur dan Soeharto

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 16:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyambut dengan rasa syukur usulan pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menurut sosok yang akrab disapa Cak Imin itu, Gus Dur bukan sekadar tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), tetapi sosok yang menjadi tonggak utama tumbuhnya demokrasi di Indonesia pasca-Reformasi.

“Gus Dur diusulkan menjadi pahlawan tentu kita bangga, bersyukur, terima kasih karena memang demokrasi tumbuh kuat, dan terakhir gong yang menjadikan reformasi dan demokrasi adalah Gus Dur,” kata Cak Imin usai menghadiri lomba baca kitab kuning di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu, 9 November 2025.


Bagi Cak Imin, pengakuan negara terhadap Gus Dur adalah bentuk penghormatan atas jasa besar “Bapak Pluralisme” itu dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, kebebasan berpendapat, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai Presiden yang memimpin di masa transisi penuh gejolak, Gus Dur dinilai berhasil menjaga arah reformasi tetap berpihak pada demokrasi dan kebhinekaan.

Meski demikian, Ketua Umum PKB itu memilih tak menanggapi polemik soal wacana pemberian gelar pahlawan untuk Presiden ke-2 RI, Soeharto. Ia menegaskan, semua keputusan ada di tangan Dewan Gelar.

“Nah siapa-siapa saja tentu kita tunggu saja dewan gelar. Saya sebagai menteri tentu tidak bisa berkomentar siapa saja yang akan kita dukung atau tidak, sepenuhnya saya menyerahkan kepada dewan kehormatan dan gelar, kita tunggu saja,” tandasnya.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya