Berita

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Humas PKB)

Politik

Final MQKN Buktikan Indonesia Masih Gudangnya Ulama

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 14:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Suasana penuh semangat dan haru menyelimuti Gedung DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta Pusat, Minggu, 9 November 2025, saat Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) menggelar Final Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) 2025.

Ajang ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025, yang dirancang bukan sekadar perlombaan membaca kitab kuning, tetapi juga upaya menghidupkan kembali tradisi intelektual pesantren, ihya’ut turats, warisan keilmuan Islam yang menjadi fondasi kebijaksanaan dan moral bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa para peserta MQKN adalah generasi penerus ulama yang akan menjaga ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.


“Mereka calon-calon ulama, calon-calon fuqaha yang mengawal ajaran dan doktrin Ahlussunnah wal Jamaah ke-NU-an. Mereka akan terus menjadi bagian dari regenerasi ulama,” ujar Cak Imin.

Pemenang MQKN 2025 kali ini datang dari Aceh, namun Muhaimin menyoroti bahwa para juara tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini, katanya, menjadi bukti kuat bahwa Indonesia masih gudangnya ulama dan memiliki tradisi keilmuan agama yang kokoh.

“Indonesia masih memiliki tradisi keilmuan agama yang kuat. Agenda berikutnya adalah bagaimana belajar agama itu tidak usah lama-lama. Mereka sekarang belajarnya lama sekali,” ujarnya, disambut tawa hangat para hadirin.

Cak Imin yang juga jabat Menko Pemberdayaan Masyarakat itu menambahkan, ke depan pesantren perlu beradaptasi dengan zaman agar mampu mempercepat proses pembelajaran agama sekaligus menguasai sains dan teknologi.

“Kita perlu mencari cara agar para santri dapat belajar ilmu agama dengan cepat, sehingga mereka juga bisa segera menguasai kemajuan sains dan teknologi,” katanya.

Tak hanya itu, Muhaimin juga menegaskan pentingnya menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa sejak awal sejarahnya, pesantren tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga hadir sebagai solusi sosial-ekonomi umat.

“Sejarah pesantren kita adalah bagian dari solusi masyarakat menangani utang rakyat, membantu ekonomi, dan menolong kemiskinan. Sekarang tinggal bagaimana agar itu tersistematis, berbasis ilmu, dan bersinergi dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra itu menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pesantren di Indonesia yang telah menjadi pelita bagi masyarakat sekitar.

“Terima kasih kepada pesantren-pesantren yang telah berhasil menjadi bagian dari pengembangan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.

Melalui MQKN 2025, semangat keilmuan pesantren kembali menyala meneguhkan keyakinan bahwa dari ruang-ruang ngaji kitab, akan lahir generasi ulama yang tak hanya alim dalam agama, tetapi juga cakap membaca tantangan zaman.
Berikut Daftar Juara MQKN 2025:
Kategori Santri Putra
* Juara 1: Khairul Mu’ammar – Ma’hadul Ulum Diniyah Islamiyah Bireun, Aceh
* Juara 2: Achmad Solekhuddin – Ponpes Darul Falah Besongo, Kota Semarang
* Juara 3: M. Imam Abdul Malik – Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo
* Harapan I: Muhammad Najeed Fayyad Rohmatillah – PP Al Falahiyah Mlangi Sleman, DI Yogyakarta
* Harapan II: Alfian Aditia – PP Al Ihya’ Ulumuddin, Cilacap, Jawa Tengah
* Harapan III: Achmad Samil Himam – Daar An Najah Buntet, Cirebon, Jawa Barat

Kategori Santri Putri
* Juara 1: Ulin Nihaya – Ponpes Darul Falah Besongo, Kota Semarang
* Juara 2: Sireen Nanaya M. – PPST Arrisalah Lirboyo, Kediri, Jawa Timur
* Juara 3: Sayyidatina Fatimah – Ponpes Fadlun Minallah, Bantul, DI Yogyakarta
* Harapan I: Nazala Flora Syafrotul Mu’awanah – Ponpes Salafiyah PPAI Darun Najah, Malang
* Harapan II: Annisa Kurnia Ni’mah – Ponpes Al Mubaarok Manggisan, Wonosobo
* Harapan III: Cut Rizkina Potallahbi – Darul Ihsan, Aceh Besar.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya