Berita

Wapres AS, JD Vance dan sang istri (Foto: Reuters)

Dunia

Harapan Wapres AS Agar Istrinya Masuk Kristen Picu Perdebatan Publik

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 11:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memicu perdebatan publik setelah menyatakan harapannya agar sang istri, Usha Vance, yang beragama Hindu, suatu hari nanti memeluk agama Kristen. 

Dalam sebuah acara mahasiswa di University of Mississippi, Vance mengungkapkan harapannya agar sang istri suatu hari memeluk agama Kristen. 

“Apakah saya berharap suatu saat nanti dia tersentuh oleh apa yang saya alami di gereja? Ya, sejujurnya, saya berharap begitu, karena saya percaya pada Injil Kristen, dan saya berharap suatu saat nanti istri saya pun akan memiliki pandangan yang sama," ujar Vance, seperti dimuat AFP, Minggu, 9 November 2025.


Namun ia menegaskan bahwa keyakinan istrinya saat ini adalah bentuk dari kebebasan beragama yang harus dihormati.

"Tapi kalau tidak, Tuhan memberi kita kehendak bebas, jadi itu bukan masalah bagi saya," kata Wapres AS.

Komentar tersebut langsung menuai reaksi keras, terutama dari komunitas Hindu di Amerika.

The Hindu American Foundation menanggapi dengan menyebut pernyataan Vance mencerminkan pandangan bahwa hanya ada satu jalan keselamatan, yaitu melalui Kristus. 

“Itu bukan bagian dari ajaran Hindu,” tulis mereka dalam pernyataan resmi. Mereka juga menyoroti sejarah panjang upaya pindah agama terhadap umat Hindu.

Pakar hubungan antaragama menilai bahwa harapan agar pasangan berpindah agama bisa menimbulkan tekanan dalam rumah tangga. 

“Memiliki agenda tersembunyi dalam pernikahan bukanlah resep keberhasilan,” kata Susan Katz Miller, penulis buku Being Both. Ia menekankan pentingnya saling menghormati keyakinan masing-masing.

Vance sendiri menegaskan bahwa meski istrinya tidak berencana pindah agama, ia tetap mencintai dan mendukungnya. 

“Dia adalah berkah terbesar dalam hidup saya. Kami terus berbicara tentang iman dan kehidupan, karena dia adalah istri saya," tulisnya di sosial media.

Menurut survei Pew Research Center, jumlah pasangan beda agama di AS meningkat, dari 19 persen sebelum 1960 menjadi 39 persen sejak 2010. 

Banyak pasangan kini memilih untuk membesarkan anak-anak mereka dalam dua tradisi agama, atau bahkan tanpa agama sama sekali.

John Grabowski, profesor teologi di Catholic University of America, mengatakan bahwa keinginan berbagi iman adalah hal wajar, tetapi tidak boleh ada paksaan. 

“Gereja Katolik menekankan bahwa pasangan tidak boleh dipaksa masuk agama. Ini batasan yang rumit," ujarnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya