Berita

Ilustrasi (foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Naik Tertekan Penguatan Dolar AS

JUMAT, 07 NOVEMBER 2025 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menguat didorong oleh pelemahan Dolar AS.

Meningkatnya minat terhadap aset aman (safe haven) di tengah kekhawatiran penutupan sebagian pemerintahan AS serta ketidakpastian hukum terkait kebijakan tarif impor, juga menjadi pendorong kekuatan harga emas. 

Emas spot naik 0,2 persen menjadi 3.989,91 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 6 November 2025 atau Jumat dini hari WIB. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup stabil di 3.991 Dolar AS. 


Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,5 persen setelah sempat mencapai level tertinggi dalam empat bulan. Pelemahan DSolar membuat emas lebih menarik bagi pembeli dengan mata uang lain.

Menurut Peter Grant, Wakil Presiden Zaner Metals, kekhawatiran terhadap penutupan pemerintahan dan keraguan Mahkamah Agung atas kebijakan tarif Presiden Donald Trump mendorong permintaan emas. Ia memperkirakan harga emas bisa mencapai  4.300-4.400 per ons  hingga akhir tahun.

Sebelumnya, Federal Reserve (Te Fed) memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini. Pasar memperkirakan ada peluang 72 persen The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada Desember, meski inflasi yang masih tinggi membuat sebagian pejabat bank sentral berhati-hati.

Emas dianggap sebagai aset lindung nilai di masa ketidakpastian ekonomi dan cenderung menguat saat suku bunga rendah. Namun analis SP Angel memperingatkan, harga emas bisa turun lagi dari level 4.000 Dolar AS per ons jika investor mulai melepas posisi spekulatif, meski pembelian emas oleh bank sentral dunia masih menopang harga.

Untuk logam lainnya, perak naik 0,3 persen ke 48,22 Dolar AS per ons, sementara platinum turun 1,8 persen ke 1.533,93, dan paladium anjlok 2,7 persen ke 1.381,18 Dolar AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya