Berita

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Bahlil Tanggapi Penolakan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

KAMIS, 06 NOVEMBER 2025 | 16:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menanggapi santai munculnya penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.  

Usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 6 November 2025, Bahlil menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati jasa para tokoh bangsa, termasuk Soeharto.  

“Kita harus menghargai jasa para tokoh-tokoh bangsa, ya. Jadi kita biasa saja. Kita tidak bisa melupakan bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Harto selama 32 tahun itu sesuatu yang luar biasa,” ujar Bahlil.  


Menurutnya, bagi Partai Golkar, Soeharto merupakan sosok sentral dan salah satu pendiri partai yang berperan besar dalam menjaga ideologi Pancasila. 

Bahlil juga menyoroti capaian pembangunan pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Ia menyebut Soeharto berhasil menekan inflasi, menciptakan lapangan kerja, dan membawa Indonesia mencapai swasembada pangan serta energi. 

“Pak Harto adalah seorang tokoh, kemudian pemimpin bangsa 32 tahun yang mampu membawa Indonesia dari inflasi yang 100 persen kemudian inflasinya terjaga. Sampai kemudian bangsa kita menjadi Macan Asia di pada saat itu ya, di zaman Orde Baru,” kata Bahlil.  

Meski demikian, Bahlil mengakui setiap pemimpin memiliki kekurangan dan kelebihan. 

“Kalau kita mau bicara manusia yang sempurna, kesempurnaan itu cuma Allah Subhanahu wa ta’ala. Semua masih ada plus minus. Sudahlah, yang baik kita hargai,” ujarnya.  

Ia pun menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan pemberian gelar pahlawan nasional bagi semua mantan presiden. 

“Bila perlu kami menyarankan semua tokoh-tokoh bangsa yang mantan-mantan presiden ini kalau bisa dapat dipertimbangkan untuk diberikan gelar pahlawan nasional, ya,” tutup Bahlil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya