Berita

Pakar Kebijakan Publik, Agus Pambagio, dalam diskusi virtual bertajuk "Whoosh: Proyek Sosial, Politik, Bisnis, atau Lahan Korupsi" (Foto: Youtube Insan Cita)

Politik

Pakar Ungkap Pelanggaran Tata Kelola di Balik Proyek Kereta Cepat Whoosh

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 11:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang kini dikenal sebagai Whoosh, yang dibangun pada era Presiden Joko Widodo, terus mendapat sorotan dan kriikan.  

Pakar Kebijakan Publik, Agus Pambagio, bahkan menyoroti adanya dugaan pelanggaran serius dalam tata kelola negara.

Hal ini ia ungkapkan dalam sebuah diskusi daring bertajuk "Whoosh: Proyek Sosial, Politik, Bisnis, atau Lahan Korupsi" yang diadakan oleh Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita pada Senin malam, 3 November 2025.


"Persoalan buat saya sebagai yang aktif di kebijakan, ada pelanggaran tata kelola bernegara di sini," ujar Agus, dikutip dari tayangan ulang diskusi tersebut.

Agus mengaku memiliki riwayat diskusi langsung dengan Presiden Jokowi terkait proyek ini. Ia dipanggil oleh Jokowi setelah Ignasius Jonan diberhentikan dari jabatan Menteri Perhubungan kala itu. Pemanggilan ini terjadi karena Agus saat itu sangat vokal di media mengkritik keputusan pengalihan investasi proyek Whoosh dari Jepang ke Tiongkok.

Agus menceritakan bahwa saat bertemu, ia telah menyampaikan semua kekhawatiran yang kini menjadi kenyataan.

"Karena saya cerewet sekali di media saat itu, saya dipanggil setelah Pak Jonan dipecat. Saya karena bukan pejabat, Presiden kan tidak bisa memecat," kata Agus.

"Saya bilang, semua yang terjadi sekarang itu adalah sudah saya sampaikan ke Presiden waktu dia cerita," sambungnya menjelaskan.

Menurut Agus, pengalihan mega proyek yang diinisiasi Jokowi ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran karena dinilai tidak etis dan melanggar tata kelola.

"Yaitu barang orang (Jepang) diserahkan (ke China) ini kayak plagiat, yang menurut saya tidak elok. Ketika saya tanya, kenapa harus China? Karena Jepang sulit, itu pakai G to G. (Saya bilang) Pak, kan ini sudah ditandatangan ini sebundel proyek infrastruktur, ditandatangani oleh Pak Presiden kala itu, jadi tidak baik kalau itu," ungkapnya.

"(Tapi Jokowi bilang) tidak, karena China ini lebih mudah. Saya bilang, Pak, Jepang itu sulit di awal, tapi pas berjalan biasanya mudah seperti contohnya MRT, kalau China kebalikan," papar Agus. 

Meskipun kritik tersebut telah disampaikan langsung, proyek Whoosh tetap berjalan dengan investasi dari Tiongkok. "Tapi ya sudah, itu terjadi, sampai sekarang," tutup Agus, menggarisbawahi kekecewaannya terhadap proses pengambilan keputusan tersebut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya