Berita

Ilustrasi (Dokumen RMOL)

Bisnis

Begini Kinerja Bank Himbara Usai Pemerintah Suntik Dana Rp200 Triliun

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 10:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kinerja bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) semakin solid. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengungkapkan, kekokohan bank-bank pelat merah ini bukanlah kebetulan semata. Ada peran besar dari langkah strategis pemerintah.

Mahendra menunjuk pada kebijakan penempatan dana sebesar Rp 200 triliun oleh Pemerintah di perbankan Himbara sebagai kunci penting. Kebijakan ini, jelasnya, telah memainkan peran vital dalam dua hal yaitu menjaga ketersediaan uang di bank (likuiditas) dan memacu penyaluran pinjaman (kredit) ke masyarakat dan dunia usaha.


"Kami melihat kinerja bank Himbara dalam kondisi baik, yang juga ditunjukkan dengan peningkatan penyaluran kredit dan likuiditas yang terjaga. Hal tersebut memang benar terbantu oleh penempatan dana yang dilakukan oleh pemerintah," ungkap Mahendra saat menghadiri rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin  3 November 2025.

Mahendra mengatakan total kredit yang sudah disalurkan oleh bank Himbara telah mencapai angka fantastis yaitu Rp3.829,3 triliun per September 2025 atau tumbuh 8,62 persen. Angka ini berhasil melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang hanya di angka 7,7 persen.

Tak hanya dari sisi penyaluran kredit, dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan Himbara pun ikut melonjak sebesar 12,89 persen (YoY), jauh di atas rata-rata industri. Bahkan dari sisi likuiditas, rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) Himbara naik tipis dari 20,7 persen menjadi 21,2 persen pada periode yang sama.

Langkah strategis penempatan dana ini sendiri pertama kali digulirkan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada 12 September 2025. 

Dana segar Rp 200 triliun tersebut ditempatkan ke lima bank milik negara dengan rincian yang sudah ditentukan: Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp 55 triliun, BTN mengamankan Rp 25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mendapatkan Rp 10 triliun. Saat itu, Purbaya bahkan sudah memberi sinyal bahwa pintu penambahan dana akan selalu terbuka, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi ekonomi ke depan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya