Berita

Ilustrasi peserta didik

Nusantara

Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat Ikhtiar Prabowo Wujudkan Pemerataan Pendidikan

SENIN, 03 NOVEMBER 2025 | 14:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Founder Indonesia Policy Review (IPR) Aliza Gunado menyoroti langkah pemerintah dalam memperbaiki sistem pendidikan nasional melalui dua program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat.

Menurut Aliza, dua program ini menjadi bentuk komitmen nyata Presiden dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan, baik bagi anak-anak cerdas berbakat maupun mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat adalah strategi Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi carut-marut dunia pendidikan saat ini agar ada konsentrasi pendidikan pada siswa cerdas bertalenta dan pada anak-anak terlantar tak bersekolah,” ujar Aliza kepada redaksi, Senin, 3 November 2025.


Aliza menjelaskan, program Sekolah Garuda didesain untuk menampung siswa-siswa berprestasi yang membutuhkan pendidikan khusus dan berkualitas tinggi. Ia mengutip data dari situs Kemenditisaintek yang menyebutkan bahwa hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda baru.

“Pada tahun 2025 akan dibangun empat sekolah dengan target mulai beroperasi di tahun ajaran 2026/2027. Lalu akan terbentuk 80 Sekolah Garuda Transformasi hingga 2029. Ini sekolah elit lah. Bagus aja. Mudahan berhasil,” kata Aliza.

Sementara itu, program Sekolah Rakyat diarahkan bagi anak-anak dari keluarga ekstrem miskin agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Hingga saat ini 165 Sekolah Rakyat telah beroperasi dengan total lebih dari 15.000 siswa.

Kendati demikian, Aliza mengingatkan agar perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada dua program unggulan tersebut. Ia menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh pada sekolah-sekolah negeri di seluruh Indonesia yang masih kekurangan fasilitas dan ruang belajar.

“Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat memang penting, tapi jangan lupa masih ada puluhan juta siswa di sekolah negeri yang juga menanti perubahan nyata dari pemerintah,” tegasnya.

Sebagai lembaga yang memantau kebijakan publik, IPR berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program-program pendidikan agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya