Berita

Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Agus Pratiknyo (Dokumen Aptrindo)

Bisnis

Kebijakan ODOL Dipercepat Bisa Ganggu Rantai Pasok dan Tekan Ekonomi

SENIN, 03 NOVEMBER 2025 | 12:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk melarang truk Over Dimension Over Loading (ODOL melintas di wilayahnya mulai 2 Januari 2026 tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku usaha logistik.

Kebijakan yang diklaim demi menjaga infrastruktur jalan ini justru dinilai berisiko menimbulkan efek domino terhadap biaya logistik dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok.

Sejak lama, truk ODOL menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem logistik di Indonesia. Kapasitas muatnya yang besar membuat biaya distribusi relatif lebih efisien, meski di sisi lain menimbulkan masalah keselamatan dan kerusakan jalan.  


Pemerintah pusat bersama DPR sebenarnya telah menetapkan target “zero ODOL” pada 2027, memberi waktu bagi pelaku usaha untuk beradaptasi secara bertahap. Namun, kebijakan KDM yang mempercepat larangan ini dua tahun lebih cepat dari rencana nasional dianggap sebagai langkah tergesa-gesa dan tidak terkoordinasi.

“Masalah ODOL masih dibahas di tingkat Kemenko Perekonomian. Tapi tiba-tiba Jawa Barat mau melarang duluan. Ini bikin dunia usaha bingung,” kata Wakil Sekjen Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Agus Pratiknyo.

Bagi dunia usaha, truk ODOL bukan sekadar kendaraan angkut, tapi tulang punggung distribusi barang antar wilayah. Jika pelarangan benar-benar diterapkan di Jawa Barat sebagai provinsi yang menjadi jalur utama distribusi barang dari Jawa menuju Jabodetabek dan Sumatera, maka dampaknya bisa luas. Distribusi bahan pokok, bahan bangunan, hingga hasil industri manufaktur berpotensi tersendat. Untuk memindahkan jumlah muatan yang sama, perusahaan harus menambah armada dan sopir, yang berarti biaya logistik melonjak. 

Tak hanya perusahaan besar yang terdampak, ribuan sopir dan pemilik truk perorangan yang selama ini mengandalkan muatan ODOL untuk menutup biaya operasional juga menghadapi dilema.

Dampak Ekonomi Bisa Merembet ke Harga Pangan

Bagi pelaku usaha kecil dan sektor perdagangan, biaya logistik yang meningkat bisa langsung terasa dalam bentuk kenaikan harga barang di pasar. Distribusi sembako, hasil pertanian, hingga produk konsumsi dari Jawa Barat dan sekitarnya bisa melambat.

“Kalau Jawa Barat tutup pintu untuk truk ODOL, distribusi dari Jawa ke Jabodetabek bisa terganggu. Kita bicara soal kebutuhan pokok, bukan sekadar industri besar,” tegas Agus. 

Dalam konteks ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan pasca pandemi dan fluktuasi harga global, kebijakan semacam ini bisa menambah tekanan inflasi daerah dan nasional. Apalagi, industri logistik negara ini belum siap bertransisi.

Kebijakan transportasi, terutama yang menyangkut logistik antarprovinsi, seharusnya selaras dengan arah kebijakan nasional. Tanpa koordinasi, potensi ketidaksinkronan antarwilayah bisa menciptakan hambatan baru dalam rantai pasok nasional. Agus pun menilai, Pemprov Jawa Barat perlu meninjau kembali rencana tersebut dan memastikan kesiapan lapangan sebelum menetapkannya secara resmi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya