Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Tim Eddy Soeparno)

Politik

Eddy Soeparno di Forum Parlemen ASEAN, Bedah Urgensi Ketahanan Energi

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 18:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno tampil di hadapan Forum Parlemen ASEAN dalam acara 2nd Tripartite Forum Asean Inter Parliamentary Assembly (AIPA) di Kuala Lumpur Malaysia. 

Dalam forum tersebut, Eddy Soeparno didaulat untuk berbagi tentang bagaimana investasi, kebijakan dan regulasi menjadi kunci dalam kebijakan mewujudkan kedaulatan energi. 

Eddy Soeparno menjadi pembicara bersama dengan Ketua Komisi Perdagangan dan Hubungan Internasional Parlemen Malaysia Wong Chen, Deputi Sekjen ASEAN untuk Komunitas Ekonomi Satvinder Singh dan COO dari Otoritas Pembangunan Energi Berkelanjutan Malaysia Koh Keng Sen.


"Ini forum yang baik untuk menyampaikan komitmen ketahanan dan kedaulatan energi dari Presiden Prabowo kepada sesama anggota parlemen di negara-negara ASEAN," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Sabtu 1 November 2025.

"Tentu harapannya terbangun kolaborasi dan bahkan menarik investasi untuk proyek energi di Indonesia khususnya transisi menuju energi terbarukan," lanjutnya. 

Wakil Ketua Umum PAN ini menyampaikan bahwa selama 1 pekan terakhir, ada 2 kesempatan menjadi pembicara di forum internasional tentang energi. Sebelumnya tanggal 27 Oktober di Singapore International Energy Week.

Dia menekankan, strategi diplomasi aktif dan progresif dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah geopolitik harus didukung dan digaungkan baik di dalam maupun luar negeri.

"Karena itu kesempatan di berbagai forum saya gunakan untuk menyampaikan komitmen dan capaian Presiden Prabowo khususnya dalam upaya melakukan percepatan transisi energi untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat," pungkasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya