Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo. (Dok. Pribadi)

Politik

Pemusnahan Ratusan Ton Narkoba Penanda Eskalasi Perang Melawan Narkotika

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 11:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah bersama Kepolisian Republik Indonesia memusnahkan lebih dari 214 ton narkotika hasil pengungkapan kasus selama setahun terakhir. Langkah ini menjadi salah satu pemusnahan terbesar dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia, menandai skala ancaman narkoba yang terus meningkat.

Data Polri mencatat, sejak Januari hingga Oktober 2025 terdapat 38.934 kasus narkoba yang berhasil diungkap dengan 51.763 tersangka. Barang bukti yang disita mencapai 197,7 ton berbagai jenis narkotika, termasuk sabu, ganja, ekstasi, dan obat sintetis. Nilai ekonominya diperkirakan menembus Rp29 triliun, menggambarkan besarnya pasar gelap narkotika di Indonesia.

Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo menilai kebijakan pemusnahan ini sebagai langkah penting untuk memastikan barang bukti benar-benar dimusnahkan dan tidak bocor ke jaringan peredaran. Menurutnya, tindakan tegas terhadap kejahatan narkoba harus diiringi pengawasan publik yang transparan.


“Pemusnahan ratusan ton narkoba ini bukan hanya simbol, tetapi bukti nyata komitmen pemerintah dan Polri dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 1 November 2025.

Ia juga menekankan bahwa perang terhadap narkoba tidak dapat berhenti pada aspek penindakan semata. Upaya pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi perlu diperkuat untuk menekan jumlah pengguna serta mencegah regenerasi jaringan peredaran.

“Transparansi dalam proses pemusnahan ini penting agar masyarakat percaya bahwa perang melawan narkoba dilakukan secara sungguh-sungguh,” tegasnya.

Pemusnahan massal ini mencerminkan pendekatan negara yang semakin serius terhadap kejahatan lintas negara yang bersifat extraordinary crime. Di sisi lain, para pengamat menilai langkah tersebut perlu diikuti kebijakan jangka panjang yang menyeimbangkan keamanan, kesehatan masyarakat, dan aspek sosial-ekonomi agar perang terhadap narkoba tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menghasilkan perubahan nyata di lapangan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya