Berita

Ilustrasi demonstrasi di depan Kantor KPU. (Foto: RMOL)

Politik

Hak Jawab Parsadaan Harahap terhadap Berita Demo Asusila

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parsadaan Harahap memberikan hak jawab terkait pemberitaan RMOL soal demonstrasi yang menuding dirinya diduga melakukan perbuatan asusila. Hak jawab disampaikan tim kuasa hukum Parsadaan Harahap, Irvan Yudha Oktara, pada 30 Oktober 2025.

Hak jawab dari Parsadaan merespons berita RMOL berjudul "Komisioner KPU Parsadaan Harahap Tersandung Isu Dugaan Asusila" yang terbit pada Selasa, 23 September 2025, pukul 23:03 WIB. Laporan tersebut mengulas unjuk rasa Gerakan Aktivis Nusantara (Geran) di depan Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Senin 22 September 2025. 

Dalam aksinya, massa membawa spanduk berisikan sejumlah tuntutan, di antaranya "Pecat Parsadaan Harahap karena diduga mengajak salah satu Anggota KPUD untuk tidur bareng di hotel". 


Pemuatan hak jawab ini merupakan pelaksanaan rekomendasi Dewan Pers sesuai dengan Peraturan Dewan Pers Nomor 9/Peraturan-DP/X/2008 tentang Pedoman Hak Jawab, bahwa media teradu wajib memuat hak jawab pengadu selambat-lambatnya pada edisi setelah hak jawab diterima. 

Dalam surat keputusan penyelesaian pengaduan, Dewan Pers memberikan analisa bahwa berita tersebut memiliki nilai berita tinggi karena menyangkut kepentingan publik dan upaya pengawasan pejabat negara, serta memuat upaya konfirmasi. 

RMOL menyampaikan permohonan maaf kepada Parsadaan Harahap dan pembaca. Berikut poin keberatan Parsadaan Harahap terhadap pemberitaan tersebut:

1. Bahwa tidak pernah ada aksi demonstrasi di depan Kantor KPU Jalan Imam Bonjol pada hari Senin tanggal 22 September 2025 sebagaimana  yang ditulis oleh wartawan RMOL.id dalam berita yang diterbitkan, dapat kami buktikan dengan buku harian piket Jagat Saksana KPU.

2. Bahwa wartawan RMOL.id sama sekali tidak pernah melakukan upaya konfirmasi kepada Parsadaan Harahap sebelum atau setelah terbit pemberitaan tersebut.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya