Berita

Politikus Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Keputusan MKD Pertahankan Saraswati di DPR Sesuai Prosedur

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 20:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang menolak pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan menetapkan sebagai anggota DPR periode 2024-2029 sudah tepat.

Ketua Umum Persaudaraan Pemuda Etnisitas Nusantara (Persaudaraan PENA) Suhawi mengapresiasi keputusan yang membuat Saraswati statusnya sampai saat ini masih tetap sebagai anggota DPR.

Adapun keputusan MKD DPR sebagai tindak lanjut dari surat Majelis Kehormatan Partai Gerindra Nomor 10-043/B/MK-GERINDRA/2025 tertanggal 16 Oktober 2025. 


"Keputusan itu sudah sesuai dengan prosedur dan tata aturan yang berlaku, baik UU 13/2019, UU 7/2023 maupun ketentuan yang mengatur tentang partai politik," ujar Suhawi kepada wartawan, Jumat 31 Oktober 2025. 

Apalagi, kata Suhawi, Putusan Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra sebagaimana telah disampaikan oleh Sufmi Dasco Ahmad bahwa tidak ada laporan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Saraswati, bahkan ada puluhan ribu petisi yang menginginkannya tetap menjadi anggota DPR. 

"Artinya, putusan MKD DPR dan Partai Gerindra telah disandarkan kepada aspirasi yang berkembang dan fakta hukum," demikian Suhawi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya