Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: RMOL)

Politik

Komitmen Antikorupsi Prabowo Bikin Kepercayaan Publik Melejit

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 18:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi tidak diragukan lagi. Presiden ke-8 RI itu memiliki ketegasan luar biasa terhadap praktik korupsi, bahkan jika melibatkan orang-orang terdekatnya.

Ketua Dewan Direksi GREAT Institute Syahganda Nainggolan mencontohkan, Prabowo tidak segan menjaga jarak bahkan kepada kerabat yang tersangkut kasus hukum. 

“Sampai yang namanya teman-teman dia, yang paling dekat, punya keponakan, namanya Nadiem Makarim, ketika ditangkap, dia nggak mau bela Prabowonya,” ujarnya kepada RMOL di Kantor Great Institute, Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan Jumat, 31 Oktober 2025


Ia juga menyinggung soal polemik proyek Kereta Cepat Whoosh yang saat ini tengah menjadi sorotan publik. Menurutnya, sikap tegas terhadap dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek tersebut merupakan bagian dari semangat antikorupsi yang didorong oleh pemerintahan Prabowo.

“Sekarang ada kasus Whoosh yang lagi ribut. Orang ingin diperiksa apakah ada korupsi di situ. Itu kan digerakkan oleh Menkeu Pak Purbaya pertama sekali, ketika dia mempersoalkan APBN tidak boleh dipakai untuk utang-utang Whoosh yang dihasilkan oleh rezim Jokowi dan Luhut di situ,” jelas Syahganda.

Menurutnya, meski banyak pihak yang memiliki hubungan dekat dengan Prabowo terlibat dalam proyek tersebut, hal itu tidak mempengaruhi sikap tegas Presiden. 

“Itu kan teman dia, tapi untuk urusan yang berbau KKN, nepotisme, dia sangat anti,” tegasnya.

Syahganda menilai ketegasan Prabowo terhadap korupsi menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. 

“Jadi ini Prabowo 100 persen untuk anti korupsi. Inilah yang membuat kepercayaan publik tadi itu terus meningkat tinggi, sampai 85 persen,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya