Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Melambung Lagi Dipicu Ketidakpastian Dagang AS-China

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange melonjak sekitar 2 persen didorong keputusan Federal Reserve yang memangkas suku bunga acuan serta meningkatnya ketidakpastian terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penurunan tarif impor terhadap China dari 57 persen menjadi 47 persen sebagai bagian dari kesepakatan baru yang diharapkan dapat meredakan ketegangan perdagangan kedua negara. Sebagai imbalannya, Beijing akan melanjutkan pembelian kedelai dari AS, mempertahankan ekspor logam tanah jarang, serta memperketat pengawasan terhadap perdagangan ilegal fentanyl.

Namun, pelaku pasar menilai perjanjian tersebut belum memberikan kepastian yang kuat. Kondisi tersebut memicu pelemahan di pasar saham global karena investor khawatir gencatan perdagangan ini hanya bersifat sementara.


Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar, namun memberi sinyal bahwa pemangkasan tersebut kemungkinan menjadi yang terakhir tahun ini, di tengah penutupan sebagian pemerintahan AS yang menghambat rilis data ekonomi penting.

Lingkungan suku bunga rendah membuat logam kuning semakin menarik sebagai aset lindung nilai karena tidak memberikan imbal hasil, namun cenderung menguat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot melonjak 1,9 persen menjadi 4.003,62 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 30 Oktober 2025 waktu setempat. Sementara harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup menguat 0,4 persen menjadi 4.015,9 Dolar AS per ons. 

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat. Perak naik 2,7 persen menjadi 48,81 Dolar AS per ons. Platinum melonjak 1,2 persen ke posisi 1.604,38 Dolar AS. Paladium melesat 3,4 persen ke 1.447,08 Dolar AS.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya