Berita

Kolase Rocky Gerung dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Purbaya Jangan jadi Cowboy Cengeng Usut Skandal Whoosh

KAMIS, 30 OKTOBER 2025 | 15:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seakan-akan bersikap apologetik terhadap penjelasan mantan Presiden Joko Widodo soal utang dan kerugian Whoosh.

Padahal publik berharap Purbaya mampu membongkar skandal Whoosh yang diduga akibat salah kebijakan dari rezim Jokowi.

“Jadi Purbaya harus datang dengan konsistensi awal buat dia menduga ada korupsi di situ. Walaupun dia tidak ucapkan itu berubahnya skema pembiayaan yang menguntungkan China. Kan itu mesti dianalisis,” ucap Rocky dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Kamis, 30 Oktober 2025.


“Supaya publik merasa oke setelah Purbaya betul-betul menjadi cowboy. Sampai satu waktu orang anggap bahwa kalau begitu sifat apologetik dari seorang cowboy, (hanya bisa bilang) ‘ya..ya…oke’. Jadi sifat-sifat seperti itu (membuat) Purbaya dari cowboy jadi cowboy cengeng. Akhirnya begitu yang akan dinilai (publik),” tambahnya.

Akademisi yang dikenal kritis ini berharap agar Purbaya menjadi sosok yang bisa diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan rakyat untuk mengusut kerugian negara dari Whoosh.

“Publik menunggu terus supaya Presiden Prabowo memberi sinyal lebih kuat, apakah Purbaya diberi hak untuk menjadi semacam seperti ‘koko’ yang diandalkan oleh Presiden,” pungkasnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menegaskan bahwa urusan utang Whoosh sepenuhnya menjadi tanggung jawab Danantara sebagai pihak yang membawahi KCIC.

“KCIC di bawah Danantara kan, seharusnya mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri rata-rata setahun bisa dapat Rp80 triliun atau lebih. Harusnya mereka manage dari situ, jangan sampai kita lagi,” kata Purbaya via Zoom Meeting pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Ia menambahkan, ke depan pemerintah akan menegaskan pemisahan peran antara entitas bisnis dan pemerintah agar risiko finansial tidak kembali ditanggung negara. 

“Jangan kalau untung swasta, kalau rugi pemerintah. Itu yang mau kita ubah,” tandas Purbaya.  


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya