Berita

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi dan jajarannya. (Foto: Dok BRI)

Bisnis

BRI Kantongi Laba Rp41,2 Triliun hingga Kuartal III-2025

KAMIS, 30 OKTOBER 2025 | 14:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih Rp41,2 triliun hingga kuartal III-2025.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan stabilitas makroekonomi nasional berkontribusi besar pada solidnya kinerja perseroan tahun ini. 

“Dengan kondisi makro perekonomian Indonesia dan kebijakan moneter yang positif, hal ini berdampak terhadap stabilitas industri perbankan nasional. BRI melihat prospek pertumbuhan ke depan akan semakin kuat, ditopang oleh penurunan biaya dana, perbaikan likuiditas, serta peningkatan permintaan kredit,” ujarnya dalam paparan kinerja keuangan di Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.


Hery menegaskan komitmen BRI menjaga fokus bisnis pada ekonomi kerakyatan. Pada Januari–September 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai Rp130,2 triliun kepada 2,8 juta debitur, atau 74,4 persen dari total alokasi nasional.

Total aset BRI tumbuh 8,2 persen yoy menjadi Rp2.123,4 triliun, dengan penyaluran kredit meningkat 6,3 persen yoy ke Rp1.438,1 triliun. 

Sementara itu dana pihak ketiga (DPK) turut naik 8,2 persen yoy menjadi Rp1.474,8 triliun, disokong strategi penghimpunan dana murah yang mendorong efisiensi biaya dana.

“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. BRI berhasil mencetak Laba bersih sebesar Rp41,2 triliun hingga akhir triwulan III 2025,” tegasnya. 

Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu menambahkan kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur pendanaan yang optimal.

“Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI ada di 25,4 persen, di atas ketentuan minimum regulator. Kondisi ini menunjukkan kemampuan BRI menyerap risiko sekaligus menyediakan ruang untuk ekspansi bisnis sehat dan berkelanjutan”,ujar Viviana.

Selain itu dari segi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR)  berada di level yang memadai sebesar 86,5 persen. Porsi dana murah CASA meningkat menjadi 67,6 persen.

BRI juga menjaga kualitas aset secara ketat. Direktur Manajemen Risiko BRI, Mucharom, menjelaskan NPL berada di 3,08 persen dengan NPL Coverage mencapai 183,1 persen. 

“Dengan coverage ratio yang sangat memadai, BRI mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan sekaligus memberikan keyakinan kepada investor dan regulator,” tegasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya