Berita

Gubernur BI, Perry Warjiyo. (Foto: Tangkapan layar Youtube BI)

Bisnis

Cuma Rp2.500 per Transaksi, BI Fast Diklaim Termurah dan Tercepat di Dunia

KAMIS, 30 OKTOBER 2025 | 13:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) mengklaim layanan sistem pembayaran BI Fast saat ini menjadi yang paling efisien di dunia, baik dari sisi kecepatan maupun biaya transaksi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, tarif BI Fast hanya Rp2.500 per transaksi. Bahkan, untuk pembayaran di merchant hingga Rp500 ribu masih digratiskan. Layanan ini juga beroperasi tanpa henti selama 24 jam dalam tujuh hari.

“Dan itu murah banget cheapest di dunia, karena jika didolarkan hanya 25 sen per transaksi,” kata Perry dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo 2025 di Jakarta International Convention Center, Kamis 30 Oktober 2025.


Menurutnya, sistem ini jauh lebih murah dibanding rata-rata biaya transaksi global yang mencapai 25?"30 sen Dolar AS.

Perry menegaskan, pemanfaatan BI Fast terus menunjukan pertumbuhan pesat dari tahun ke tahun. Pada triwulan III 2025, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI Fast mencapai 1,22 miliar atau tumbuh 32,34 persen secara tahunan (yoy), dengan nilai transaksi menembus Rp3.024,08 triliun.

Selain itu, transaksi nilai besar melalui Sistem BI-RTGS juga tetap tinggi dengan volume 2,76 juta transaksi dan nilai mencapai Rp56.422,87 triliun pada periode yang sama.

Secara keseluruhan, total volume transaksi pembayaran digital nasional tercatat sudah mencapai 12,99 miliar atau meningkat 38,08 persen (yoy) didorong perluasan kanal dan akseptasi pembayaran digital.

Pertumbuhan juga terlihat pada transaksi aplikasi mobile dan internet yang naik masing-masing 13,11 persen dan 17,80 persen (yoy). Sementara itu, transaksi QRIS melesat 147,65 persen (yoy) berkat bertambahnya jumlah pengguna serta merchant di seluruh Indonesia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya