Berita

Mantan Presiden Jokowi.

Politik

Pembenaran Jokowi soal Whoosh Justru Pertegas Dugaan Korupsi

KAMIS, 30 OKTOBER 2025 | 09:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara menanggapi sorotan publik terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang dinilai membebani keuangan negara akibat besarnya utang yang ditanggung pemerintah.

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa pembangunan kereta cepat bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bentuk investasi jangka panjang yang diharapkan membawa dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat. 

Ia berdalih kemacetan parah di kawasan metropolitan Jakarta dan Bandung telah menyebabkan kerugian produktivitas yang jauh lebih besar dibandingkan biaya proyek itu sendiri.


Namun, pandangan tersebut mendapat kritik tajam dari pengamat politik Rocky Gerung. Ia menilai, komentar Jokowi justru menunjukkan adanya upaya mencari pembenaran terhadap kebijakan yang kini sedang disorot publik dan tengah diperiksa oleh aparat penegak hukum.

“Pada akhirnya Presiden Jokowi terpancing berkomentar soal kereta cepat. Itu penanda bahwa ada sesuatu yang dia antisipasi. Membahayakan siapa? Ya tentu dirinya yang lagi disorot dalam kasus ini,” ujar Rocky lewat kanal Youtube miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.

Rocky menilai, respons Jokowi cenderung defensif, seolah berusaha mencari alasan pembenar terhadap proyek yang kini diwarnai dugaan penyimpangan. 

“Kita bisa baca psikologi Jokowi, mencoba mencari pembenaran terhadap kebijakan penganggaran kereta cepat yang sekarang justru sedang diperiksa. Yang penting soal ini sudah masuk di dalam wacana korupsi karena KPK sudah turun tangan,” ujarnya.

Menurut Rocky, isu proyek Kereta Cepat menjadi salah satu sorotan paling efektif terhadap citra Jokowi, bahkan lebih kuat dibanding isu-isu lain yang pernah menyeruak seperti dinasti politik atau ijazah palsu. 

Rocky menegaskan, perdebatan bukan soal penting atau tidaknya transportasi publik, melainkan dugaan adanya mark-up dan potensi penyimpangan anggaran dalam proyek tersebut. 

“Jadi masalahnya bukan keuntungan sosial, tapi kerugian yang disebabkan oleh salah perencanaan. Dugaan mark-up, cash back, dan sebagainya itu yang sedang jadi perhatian,” tegasnya.

Rocky menambahkan, jika Jokowi mulai merasa terganggu, maka mesti dibaca sebagai upayanya untuk menghindar dari sorotan korupsi.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya