Berita

Sidang etik oleh lima pimpinan DKPP. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

DKPP Masuk Angin soal Pemberian Sanksi Enam Komisioner KPU

RABU, 29 OKTOBER 2025 | 14:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) gagal menegakkan keadilan, khususnya dalam perkara enam pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan private jet pada tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan menilai penegakan etik KPU yang diputuskan DKPP berupa peringatan keras dianggap publik tidak tepat.

"Saya kira masyarakat banyak yang kecewa dengan putusan DKPP," kata Yusak kepada RMOL, Rabu 29 Oktober 2025.


Menurutnya, terdapat abnormalitas dalam Putusan DKPP terhadap Sekretaris Jenderal KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, serta empat Anggota KPU RI yaitu Idham Holik, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajad, dan August Mellaz.

"DKPP seperti masuk angin dalam menegakkan akuntabilitas moral dan etik penyelenggara pemilu," sambung Yusak.

Lebih lanjut, magister ilmu politik Universitas Nasional (Unas) itu menegaskan, sanksi DKPP terhadap enam pimpinan KPU RI terlalu lembek, dan malah berpotensi memunculkan tindakan serupa ke depannya.

"Kalau hanya sanksi peringatan keras, ke depan potensi pemborosan anggaran pemilu akan berulang bahkan bisa menjalar ke KPU-KPU daerah," demikian Yusak.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya