Berita

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron (Foto: Kemenag)

Bisnis

MoRA The Air Funds: Program Riset Unggulan Kemenag Sambut Indonesia Emas 2045

RABU, 29 OKTOBER 2025 | 13:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia menargetkan Indonesia Emas 2045, sebuah visi yang menuntut tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas tinggi agar Indonesia mampu bersaing secara global. 

Sayangnya, data menunjukkan rasio penduduk produktif Indonesia yang bergelar S2/S3 hanya 0,49 persen) masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand sebesar 2,43 persen

Menanggapi urgensi ini, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengambil langkah strategis dengan meluncurkan program pendanaan riset ambisius Ministry of Religious Affairs The Awakened Indonesia Research Funds Program atau MoRA The Air Funds.


Program ini merupakan terobosan penting yang melibatkan kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang menyediakan dana hingga Rp50 miliar per tahun selama 2024-2026. Kolaborasi ini bertujuan mengatasi keterbatasan anggaran riset dan memastikan riset menjadi arus utama dalam pengembangan SDM berkualitas.  Pada tahun 2024, dana ini telah mendanai 47 tema penelitian yang melibatkan 201 periset.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menegaskan bahwa riset adalah kunci agar Indonesia mampu bersaing di kancah global, 

"SDM menjadi kata kunci agar Indonesia tetap eksis dapat bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia. Riset menjadi hal yang strategis untuk menjadi arus utama dalam rangka menjamin tumbuhnya SDM berkualitas dan berdaya saing,’’ jelas Sahiron dalam keterangannya di Jakarta, yang diterima redaksi Rabu 29 Oktober 2025. 

Program ini menjadi jawaban Kemenag untuk menyelesaikan berbagai problem keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan melalui basis penelitian.  Sahiron mengatakan, MoRA The Air Funds tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah riset di Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas riset agar berkontribusi langsung pada masyarakat, daya saing bangsa, dan menghasilkan luaran strategis seperti publikasi internasional serta naskah kebijakan publik.

Sahiron juga menjelaskan, ada empat tema prioritas yang menjadi fokus utama program MoRA The AIR Funds, yaitu Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Ekonomi dan Lingkungan, serta Kebijakan Layanan Pendidikan dan Keagamaan.

Sementara itu, Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini didorong untuk dilaksanakan secara kolaboratif (multi-helix). Riset harus melibatkan PTK, lembaga riset umum, bahkan Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Model kolaborasi ini penting untuk memastikan hasil riset tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi memberikan dampak nyata yang berjangka panjang.

Dengan anggaran yang besar (antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar per riset), Kemenag berharap MoRA The Air Funds dapat mengubah pola pikir para periset PTK: dari riset individu menjadi riset kolaboratif yang interdisipliner, yang berorientasi pada luaran strategis untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polri Usut Potensi Pidana Anjloknya IHSG, Diduga Kuat Akibat Saham Gorengan

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12

Penyidik Kejagung Sita Dokumen dari Rumah Bekas Menhut Siti Nurbaya

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:07

Suplai MBG, Kopontren Al-Kautsar Patut Dicontoh

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:01

Pengacara Yaqut Sebut Bos Maktour Travel Fuad Hasan Bohong Soal Terima Hadiah Kuota Haji

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:58

Dirut BEI Mundur Hanya Redam Tekanan Jangka Pendek

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:49

Kapolri Pimpin Sertijab Pati dan Kapolda, Cek Siapa Saja?

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:47

SPPG Tak Boleh Asal-asalan Siapkan Menu MBG saat Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:30

Program Mangrove BNI Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:26

Giliran Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Total 4 Komisioner Pamit Beruntun

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:19

Yaqut Bantah Kasih Jatah Kuota Haji Khusus Maktour Travel

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:10

Selengkapnya