Berita

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

KPK Periksa 14 Saksi untuk Tersangka Baru Perkara Suap di OKU

SELASA, 28 OKTOBER 2025 | 12:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hingga pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pada Selasa 28 Oktober 2025, tim penyidik memanggil 14 orang sebagai saksi dalam pengembangan perkara dugaan suap pengadaan di Dinas PUPR Pemkab OKU tahun anggaran (TA) 2024-2025.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Sprindik baru, Oktober ini pengembangan sebelumnya," kata Budi kepada wartawan.


Belasan saksi yang dipanggil adalah Indra Susanto selaku Asisten 1 Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten OKU, Iwan Setiawan selaku Sekretaris DPRD Kabupaten OKU, Kamaludin selaku anggota DPRD Kabupaten OKU dari Partai Nasdem, Luqmanul Hakim selaku Kepala Bappelitbangda Kabupaten OKU.

Selanjutnya, Romson Fitri selaku Asisten 3 Setda Kabupaten OKU, Setiawan selaku Kepala BKAD Pemkab OKU, Ahmad Azhar alias Alal selaku Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pemkab OKU, Armansyah alias Arman selaku PNS di Dinas Perkim Pemkab OKU, Raidi selaku swasta, Gepin Alindra Utama selaku anggota DPRD Kabupaten OKU dari Partai Demokrat.

Kemudian, M Iqbal Alisyahbana selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang sebelumnya menjabat Pj Bupati OKU sejak 11 Agustus 2024-19 Februari 2025, Parwanto selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten OKU dari Partai Gerindra, M Noviansyah alias Opi selaku Fungsional Sub Jasa Konstruksi pada Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Pemkab OKU, dan Rudi Hartono selaku anggota DPRD Kabupaten OKU dari Partai Nasdem.

Pada 23 Oktober 2025, KPK kembali menetapkan empat tersangka baru dalam pengembangan perkara ini. Keempatnya adalah Parwanto selaku Wakil Ketua DPRD OKU dari Partai Gerindra, Robi Vitergo selaku anggota DPRD OKU dari PKB, Ahmad Thoha alias Anang selaku swasta, dan Mendra SB selaku swasta.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya