Berita

Imigrasi Medan mengagalkan masuknya dua buronan Interpol asal Pakistan di Bandara Kualanamu. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Dua Buronan Interpol Asal Pakistan Ditolak Masuk Indonesia

SENIN, 27 OKTOBER 2025 | 10:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dua warga negara Pakistan berinisial SA dan GA ditolak masuk ke Indonesia setelah paspor mereka terdeteksi masuk dalam daftar buronan Interpol. 

Penolakan dilakukan petugas Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Kualanamu, Deliserdang, pada Jumat 24 Oktober 2025.

Kedua WNA tersebut tiba dengan penerbangan berbeda dan diperiksa petugas sekitar pukul 10.31 WIB dan 11.11 WIB. Dari hasil pemeriksaan, sistem keimigrasian mendeteksi paspor mereka berada dalam daftar pengawasan Interpol.


Pendalaman pun dilakukan oleh Assistant Supervisor (Asst. SPV) dan Supervisor (SPV) Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Hasilnya, SA diduga terlibat jaringan terorisme internasional, sedangkan GA tercatat sebagai pelaku pembunuhan. 

Setelah dikonfirmasi melalui Hotline Interpol, keduanya langsung dikenai tindakan penolakan masuk (Tolak Tangkal) dan diserahkan kepada pihak maskapai untuk dipulangkan ke negara asal.

"Kami akan terus memperketat pengawasan terhadap setiap orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Uray Avian dikutip dari RMOLSumut, Senin 27 Oktober 2025.

Langkah tegas ini, kata Uray, merupakan bagian dari penguatan pemeriksaan keimigrasian di TPI serta sinergi antaraparat keamanan dalam memastikan setiap individu yang masuk ke Indonesia memenuhi ketentuan hukum dan tidak membahayakan stabilitas nasional.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya