Berita

Mantan Presiden Soeharto. (Foto: Istimewa)

Politik

Singgung Soeharto, Ray Rangkuti: Gelar Pahlawan Bukan Produk Obralan

MINGGU, 26 OKTOBER 2025 | 19:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto tidak memberikan dampak langsung pada masyarakat, sehingga wajar jika dipertanyakan, mendapat kritik, dan penolakan. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Raya Rangkuti, dalam diskusi yang digelar Lingkar Diskusi Indonesia (LIDI) bertajuk "Pro-Kontra Gelar Pahlawan: Kejar Tayang?" Secara daring, pada Minggu 26 Oktober 2025.

"Berjubel pahlawan kita tetapkan, membebaskan kemiskinan rakyat gak? Membebaskan kita dari korupsi gak? Membawa kita kepada kesejahteraan gak? Membawa kita kepada peradaban yang lebih baik gak," kata Ray.


Dia menjelaskan, gelar Pahlawan Nasional seharusnya bukan barang politik yang bisa diobral begitu saja, karena kelayakan untuk seseorang disematkan gelar itu punya makna langsung terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mohon maaf, bukan berarti saya ingin melecehkan pahlawan-pahlawan yang sebelumnya. Tapi yang saya mau katakan itu adalah makin ke sini makin gak jelas juga makna pahlawan itu bagi bangsa ini," kata Ray.

"Yang terjadi adalah mengobral gelar Pahlawan. Yang karena diobral kita jadi kehilangan respek pada apa yang disebut dengan Pahlawan. Karena siapa aja bisa masuk kok, koruptor bisa masuk kok," sambungnya.

Lebih lanjut, Ray menyebutkan beberapa kriteria yang layak untuk menilai satu sosok yang layak untuk berikan gelar kehormatan seperti Pahlawan.

"Hidup sederhana, anti politik uang, anti nepotisme, sangat peduli pada demokrasi, dan mendahulukan kepentingan publik dibandingkan kepentingan diri sendiri," kata Ray.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya