Berita

Cuplikan iklan Aqua. (Foto: YouTube Aqua)

Bisnis

Ketua BPKN: Aqua Overclaim!

SABTU, 25 OKTOBER 2025 | 00:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menaruh perhatian serius terhadap fakta penggunaan air sumur bor oleh perusahaan air mineral Aqua.

Ketua BPKN, Muhammad Mufti Mubarok menegaskan, temuan saat inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di pabrik Aqua Subang mematahkan klaim yang selama ini digaungkan Aqua.

"Saya catat ini (Aqua) overclaim karena faktanya sumber air (berasal dari) sumur bor dalam (bukan air pegunungan murni)," kata Mufti dikutip dari tayangan RMOL TV, Sabtu, 25 Oktober 2025.


Klaim Aqua yang digencarkan di setiap iklannya pun kini dipertanyakan BPKN. Sebab selama ini Aqua kerap mengklaim sumber air berasal dari pegunungan.

"Secara scientific saya juga bisa membuktikan ketika melakukan pengeboran, kemudian iklannya luar biasa masif, bahwa ini air pegunungan, 100 persen murni, dan menyegarkan. Ini banyak klaim," tegasnya.

Dalam kasus Aqua, BPKN menegaskan dalam posisi netral. Namun jika konsumen dirugikan, maka pihak perusahaan perlu bertanggung jawab.
 
"Kami sangat membela konsumen, tapi jika pelaku usaha benar-benar mau menjalankan (akan difasilitasi). Kami bisa menjadi bagian yang memotivasi," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya