Berita

Ilustrasi.

Nusantara

Riset BRIN Ungkap Air Hujan Jakarta Tercemar Mikroplastik

JUMAT, 24 OKTOBER 2025 | 14:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan adanya fenomena partikel mikroplastik dalam air hujan di Jakarta. Partikel tersebut diduga berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, hingga sisa pembakaran sampah plastik yang dilakukan secara terbuka.

Profesor Riset BRIN, Muhammad Reza Cordova menjelaskan bahwa penelitian pihaknya menunjukkan mikroplastik telah terdeteksi dalam air hujan di wilayah Jakarta dengan konsentrasi rata-rata 3 hingga 40 partikel per meter persegi per hari.

“Air hujan yang kita anggap bersih ternyata membawa partikel plastik mikroskopis dari udara. Prosesnya sangat cepat kurang dari satu detik partikel bisa larut dalam air hujan,” ungkapnya lewat keterangan resmi yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.


Reza menuturkan, sumber mikroplastik di udara berasal dari berbagai aktivitas manusia, mulai dari penggunaan pakaian berbahan sintetis seperti polyester dan nylon, hingga pembakaran sampah secara terbuka. Rendahnya tingkat pengumpulan sampah di wilayah penyangga ibu kota turut memperparah kondisi ini.

“Pembakaran sampah terbuka melepaskan mikroplastik dan zat berbahaya seperti dioksin ke udara, yang kemudian dapat terhirup manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, mikroplastik memiliki sifat seperti spons yang dapat menyerap zat lain, termasuk logam berat dan mikroorganisme.

“Penelitian kami di 18 kota di Indonesia menunjukkan seluruh sampel udara mengandung mikroplastik. Ini alarm penting bagi semua pihak bahwa udara yang kita hirup kini mengandung partikel plastik hasil aktivitas manusia,” tegas Reza.

Fungsional Madya Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Dwi Atmoko menambahkan, Mikroplastik termasuk dalam kategori aerosol, yaitu partikel padat atau cair yang tersuspensi di udara.

“Partikel aerosol seperti mikroplastik bisa berpindah mengikuti arah angin dan pola cuaca. Ia dapat jatuh ke permukaan melalui deposisi kering maupun terbawa air hujan melalui deposisi basah,” paparnya.

Menurut Dwi, mikroplastik yang ditemukan di Jakarta bisa saja berasal dari wilayah lain, dan sebaliknya, polutan di Jakarta juga berpotensi berpindah ke daerah lain.

“Karena itu, penanganan masalah ini harus dilakukan lintas wilayah dan lintas sektor,” ujarnya.

Selanjutnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengapresiasi hasil riset BRIN tersebut. Ia menilai, pentingnya langkah antisipatif lantaran hasil riset ini menjadi pengingat bahwa polusi di Jakarta sudah memasuki fase yang lebih kompleks dan membutuhkan penanganan berbasis data ilmiah.

Asep menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pengendalian lingkungan, seperti pengawasan industri, uji emisi kendaraan, kampanye pengurangan plastik sekali pakai, serta edukasi publik tentang pemilahan sampah.

“Kami juga memperkuat penerapan Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang penggunaan kantong belanja ramah lingkungan,” tambahnya.

Diakui Asep, pihaknya juga akan melanjutkan riset bersama BRIN, perguruan tinggi, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memantau kualitas air hujan dan mengkaji dampak mikroplastik terhadap kesehatan masyarakat.

“Kebijakan pengurangan plastik sekali pakai akan terus diperkuat, sejalan dengan kampanye gaya hidup minim plastik di tingkat rumah tangga dan komunitas,” jelas Asep.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya