Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Global

Menlu Jelaskan Alasan Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekolah

JUMAT, 24 OKTOBER 2025 | 10:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto memasukkan bahasa Portugis ke dalam kurikulum pendidikan nasional. 

Menurut Sugiono, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Brasil yang kini tengah memasuki babak baru.

"Pak Presiden mengatakan bahwa beliau akan membentuk suatu hubungan yang beliau sebut New Special Relationship antara Indonesia dengan Brazil. Oleh karena itu tadi disampaikan bahwa pelajaran bahasa Portugis,” ujar Sugiono dalam sebuah pernyataan di Jakarta, seperti dikutip Jumat, 24 Oktober 2025. 


Menlu menegaskan, bahasa merupakan kunci utama dalam membangun komunikasi lintas budaya dan memperdalam kerja sama antarnegara. 

“Karena komunikasi merupakan sesuatu yang penting” tambahnya.

Kebijakan ini diumumkan selama pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2025.

“Karena pentingnya hubungan ini, saya sudah putuskan bahwa bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita. Karena kita ingin hubungan ini lebih baik,” kata Prabowo dalam konferensi pers bersama Lula. 

Selain bahasa Portugis, Prabowo juga menetapkan sejumlah bahasa asing lain sebagai prioritas, di antaranya bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Rusia.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya