Berita

Para korban dugaan pusat penipuan menaiki perahu untuk menyeberangi sungai di perbatasan Myanmar-Thailand dan disambut oleh tentara Angkatan Darat Thailand saat mereka dipulangkan dari Kyauk Khet di Myawaddy, Myanmar, pada 12 Februari 2025. (Foto arsip: STR/AFP)

Dunia

Ratusan Pelaku Penipuan Daring Kabur ke Thailand, Ada WNI

JUMAT, 24 OKTOBER 2025 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebih dari 600 orang dilaporkan melarikan diri dari salah satu pusat penipuan terbesar di Myanmar dan menyeberang ke wilayah Thailand, setelah militer melancarkan serangan terhadap kompleks tersebut.

Dikutip dari Reuters, Jumat 24 Oktober 2025, kompleks itu merupakan kawasan luas di sepanjang perbatasan Myanmar yang selama ini menjadi markas para pelaku penipuan daring. Mereka menjerat korban lewat modus asmara maupun bisnis palsu, dan berkembang pesat di wilayah yang dikuasai secara longgar oleh pemerintah sejak pecahnya perang saudara setelah kudeta militer tahun 2021.

“Semua tindakan dilakukan sesuai dengan prinsip hukum dan kemanusiaan,” ujar juru bicara militer Thailand, menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan aparat keamanan setempat untuk menjaga ketertiban di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar.


Menurut otoritas militer, ratusan orang yang kabur itu kini menjalani proses hukum dan penyaringan identitas. Pemerintah Thailand juga telah menyiapkan fasilitas penahanan tambahan bila tempat yang ada tidak mencukupi.

Tindakan keras terhadap jaringan penipuan lintas negara ini sebenarnya sudah dimulai sejak Februari lalu. Saat itu, sekitar 7.000 pekerja berhasil dipulangkan, dan Thailand bahkan sempat memblokir akses internet lintas perbatasan untuk menekan aktivitas kejahatan daring di kawasan tersebut.

Namun, penyelidikan terbaru AFP pada Oktober ini menemukan bahwa pembangunan kompleks-kompleks baru tetap berlanjut dengan cepat. Bahkan, ditemukan pemasangan massal layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk, yang diduga digunakan untuk menghubungkan jaringan penipuan tersebut.

Kelompok pelaku yang melarikan diri sebagian besar berasal dari India dan Tiongkok, dengan jumlah lebih kecil dari Vietnam, Pakistan, Indonesia, dan beberapa negara lainnya, menurut keterangan militer Thailand.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya