Berita

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Foto: YouTube ILC)

Politik

RUU Keamanan Siber Bisa Membentuk Negara Otoriter Tertutup

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 19:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Rancangan Undang Undang Ketahanan dan Keamanan Siber (RUU KKS) berpotensi menggerus kebebasan berekspresi dan memperkuat kontrol negara terhadap ruang digital.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid khawatir jika kebebasan berekspresi dibatasi, maka tidak ada kontrol bagi pemerintah.

“Saya curiga RUU KKS ini (membuat) kebebasan berekspresi di dunia siber mengalami kemerosotan luar biasa. Pemerintah tidak akan tahu kesalahannya sendiri dan ini akan menjadi negara otoriter tertutup,” kata Usman Hamid dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 Oktober 2025.


Usman mengungkap kualitas demokrasi Indonesia terus menurun hingga berada di titik rawan.

Mengutip indeks demokrasi V-Dem dari Swedia, Usman menyebut Indonesia masuk kategori "otoritarianisme elektoral" setelah sebelumnya menyandang kategori “demokrasi elektoral”.

Maka dari itu, ia mendesak pembahasan RUU KKS ditunda hingga ada kajian menyeluruh dan pelibatan masyarakat. Ditambah, Usman menyebut ada tren pembahasan undang-undang penting kerap dilakukan tertutup dan tergesa-gesa, seperti revisi UU KPK.

“RUU KKS jangan disahkan tergesa-gesa seperti RUU KPK atau Omnibus Law yang dibahas di luar jam kerja, bahkan di hotel mewah tanpa partisipasi publik,” pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya