Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Inleligence)

Bisnis

Harga Bitcoin Stabil di 108.700 Dolar AS

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 13:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin naik tipis 0,71 persen dalam 24 jam terakhir, sedikit lebih tinggi dibanding kenaikan pasar kripto global sebesar 0,25 persen dan berada di 108.797 Dolar AS pada Kamis siang, 23 Oktober 2025.

Dikutip dari CoinMarcetCap, kenaikan Bitcoin terutama didorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan memangkas suku bunga pada akhir Oktober. 

Penutupan pemerintahan AS yang telah berlangsung selama 23 hari membuat data ekonomi utama tidak dapat dirilis, sehingga pasar memperkirakan peluang sebesar 96,7 persen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. 


Suku bunga yang lebih rendah biasanya membuat investor mencari aset berisiko seperti kripto, karena imbal hasil obligasi menjadi kurang menarik. Sejumlah analis memperkirakan Bitcoin dapat kembali menguat pada kuartal keempat berkat likuiditas dolar yang meningkat dan pasokan Bitcoin yang terbatas.

Dari sisi geopolitik, Rusia baru saja menyelesaikan aturan penggunaan Bitcoin dan stablecoin untuk perdagangan internasional. Langkah ini memungkinkan eksportir negara itu untuk melakukan pembayaran lintas batas tanpa bergantung pada sistem Dolar AS. 

Kebijakan tersebut meningkatkan kepercayaan institusi terhadap Bitcoin dan sempat mendorong harga menembus level 108.500 Dolar AS. Jika negara-negara BRICS mengikuti langkah serupa, hal ini bisa mempercepat peran Bitcoin dalam proses dedolarisasi global.

Secara teknikal, harga Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah sempat melemah selama sepekan. BTC menemukan dukungan di sekitar level Fibonacci 50 persen di 114.900 Dolar AS, dengan indikator RSI menunjukkan kondisi jenuh jual mulai mereda. 

Meskipun momentum penurunan mulai melambat, volume perdagangan masih rendah dan harga belum mampu menembus resistensi di 109.500 Dolar AS. Jika gagal, harga berisiko kembali turun ke kisaran 106.700 hingga 104.000 Dolar AS.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya