Berita

Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman. (Foto: Humas Kemenko)

Politik

AHY Bahas Empat Agenda Strategis untuk Percepatan Pembangunan Papua

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 12:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di kawasan Timur Indonesia, khususnya Papua. 

Hal itu disampaikan sosok yang akrab disapa AHY dalam rapat koordinasi bersama para Gubernur Papua di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2025.

“Para gubernur Papua ada di Jakarta, ini sangat baik jika kita bertemu dan bisa membahas sejumlah hal strategis, hal penting terkait dengan pembangunan, atau lebih tepatnya percepatan pembangunan di Papua,” ujar AHY membuka pertemuan.


AHY mengaku langsung merespons positif inisiatif tersebut begitu mendengar para kepala daerah Papua tengah berada di Jakarta. 

Ia segera menjadwalkan pertemuan itu dengan melibatkan sejumlah kementerian terkait, termasuk Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, yang disebutnya aktif mendampingi revitalisasi kawasan transmigrasi di Papua.

“Pertemuan hari ini tentunya spesial karena bukan hanya kebetulan beliau-beliau sedang berada di Jakarta, tapi memang karena pembangunan kawasan Timur Indonesia, khususnya wilayah Papua, ini menjadi atensi sekaligus agenda prioritas pada saat pertama kali saya dipanggil dan diberikan direktif oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata AHY.

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu menekankan, nomenklatur kementerian yang dipimpinnya memang dirancang dengan penekanan pada dua aspek besar yaitu infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Fokus tersebut, kata AHY, sejak awal diarahkan untuk mempercepat pembangunan di wilayah timur Indonesia.

“Bahkan nomenklatur kementerian koordinator ini bukan hanya infrastruktur tapi ada kata pembangunan kewilayahan. Implisit di situ adalah fokus untuk percepatan pembangunan wilayah timur, khususnya Papua,” tegasnya.

AHY juga mengapresiasi pembentukan Komite Eksekutif Papua, yang disebutnya akan menjadi instrumen strategis dalam mengoordinasikan dan mengeksekusi berbagai program lintas kementerian.

“Komite eksekutif ini sangat strategis dan akan menjadi tangan yang bisa menjalankan sekaligus membangun komunikasi dan koordinasi seperti ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, AHY memaparkan bahwa Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengoordinasikan lima kementerian teknis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Transmigrasi.

“Jadi bicara pembangunan ada di sini semua, bicara konektivitas antarwilayah juga ada di sini,” ujar AHY.

Rapat koordinasi tersebut membahas empat agenda utama dalam percepatan pembangunan Papua.

“Agenda yang kita jalankan saat ini adalah sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah Papua, khususnya ada empat hal yang kita bahas hari ini,” kata AHY.

Empat agenda dimaksud meliputi pengembangan kawasan strategis dan kawasan ekonomi baru, percepatan pembangunan infrastruktur Trans Papua sebagai tulang punggung konektivitas darat, integrasi konektivitas udara dan laut untuk memperlancar logistik dan mobilitas antarwilayah, serta pengembangan kawasan permukiman dan transmigrasi di sepanjang koridor Trans Papua.

“Empat agenda penting tersebut tentu tidak akan selesai dalam satu kali rakor, tapi paling tidak kita sudah bisa mendapatkan gambaran umum dan gambaran luasnya,” pungkas AHY.



Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya