Berita

PM Baru Jepang, Sanae Takaichi (Foto: BBC)

Global

PM Perempuan Pertama Jepang Disorot karena Kabinet Didominasi Pria

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 11:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sanae Takaichi resmi mencatat sejarah setelah terpilih menjadi perdana menteri perempuan pertama Jepang pada awal pekan ini. 

Namun, langkah bersejarah itu justru menuai sorotan publik karena kabinet barunya yang beranggotakan 19 orang hanya menyertakan dua perempuan.

Padahal, sebelum terpilih, Takaichi sempat berjanji akan meningkatkan keterwakilan perempuan dalam pemerintahannya hingga setara dengan negara-negara Nordik seperti Islandia dan Finlandia, yang dikenal unggul dalam kesetaraan gender. 


Di Islandia, enam dari 11 anggota kabinet adalah perempuan, sementara di Finlandia, 11 dari 19 posisi dipegang oleh perempuan.

Dalam kabinet Takaichi, Satsuki Katayama menjadi perempuan pertama yang menjabat Menteri Keuangan Jepang, dan Kimi Onoda ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Ekonomi. 

Jumlah ini sama dengan kabinet pendahulunya, Shigeru Ishiba, yang juga hanya melibatkan dua menteri perempuan.

Takaichi dikenal sebagai tokoh konservatif di Partai Demokrat Liberal (LDP). Ia kerap menegaskan pentingnya nilai-nilai keluarga tradisional dan menolak revisi undang-undang abad ke-19 yang memungkinkan pasangan menikah menggunakan nama keluarga berbeda. 

“Mengizinkan perempuan mempertahankan nama gadis mereka akan mengikis nilai-nilai keluarga tradisional,” ujar Takaichi dalam salah satu pernyataannya, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis, 23 Oktober 2025. 

Sosiolog ternama Jepang, Chizuko Ueno, menilai kepemimpinan Takaichi tidak serta-merta akan membawa perubahan signifikan bagi kesetaraan gender. 

“Prospek perdana menteri perempuan pertama tidak membuat saya senang. Itu mungkin meningkatkan peringkat kesetaraan gender Jepang, tetapi tidak berarti politiknya akan lebih ramah terhadap perempuan," tulisnya di platform X. 

Namun, sebagian kalangan menilai langkah Takaichi tetap memiliki dampak simbolik yang penting. 

“Ada makna besar dari kenyataan bahwa Takaichi menjadi perdana menteri, karena itu bisa menurunkan hambatan psikologis bagi perempuan untuk masuk ke ranah publik,” kata Naomi Koshi, mantan wali kota perempuan termuda di Jepang, kepada Kyodo News.

Meski jumlah perempuan di parlemen meningkat, 73 dari 465 kursi atau sekitar 15,7 persen, Jepang masih tertinggal jauh dalam hal kesetaraan gender. 

Berdasarkan Indeks Kesenjangan Gender 2025 dari Forum Ekonomi Dunia, Jepang menempati peringkat ke-118 dari 148 negara.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya