Berita

Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977 Ali Sadikin. (Foto: Istimewa)

Politik

Marsinah Layak Jadi Pahlawan Nasional Tapi Jangan Lupakan Ali Sadikin

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 10:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sastrawan dan budayawan Goenawan Mohamad menyambut hangat usulan penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah. Ia menyebut keputusan itu sebagai langkah yang mengharukan dan sarat makna bagi perjuangan keadilan sosial di Indonesia.

“Menjadikan Marsinah jadi pahlawan nasional itu keputusan yang mengharukan,” kata Goenawan lewat akun X miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2025.

Marsinah, perempuan buruh miskin yang dibunuh karena memperjuangkan hak-hak pekerja, menurut Goenawan, adalah simbol keberanian rakyat kecil menghadapi kekuasaan modal dan aparat.


“Marsinah, perempuan miskin yang dibunuh karena berani memperjuangkan perbaikan nasib buruh seperti dirinya. Ia korban konspirasi pemilik modal dan aparat ‘keamanan’,” ujarnya.

Namun di balik apresiasi itu, pendiri majalah Tempo tersebut juga mengungkapkan satu harapan lain yang hingga kini belum terwujud yakni menjadikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, sebagai pahlawan nasional.

“Yang tetap saya harapkan dan usahakan menjadikan Ali Sadikin pahlawan nasional,” ucap Goenawan.

Baginya, Ali Sadikin adalah sosok pemimpin yang jujur dan berpihak kepada rakyat. Meski penuh kekurangan, Bang Ali  begitu ia dikenal dianggap berhasil mengubah wajah Jakarta dan meninggalkan warisan kebijakan kebudayaan yang berpengaruh hingga kini.

“Seorang pemimpin yang dengan segala kekurangannya bersikap fair kepada rakyat, mengubah ibukota jadi lebih baik, dan mempelopori kebijakan untuk kesenian nasional yang tepat,” tutur Goenawan.

Goenawan menyayangkan, di tengah penghargaan terhadap tokoh-tokoh besar bangsa, nama Ali Sadikin justru seolah dilupakan.

“Tapi sampai hari ini, ia seperti dilupakan. Juga di Jakarta,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menyerahkan 40 nama tokoh yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon.

Beberapa di antaranya adalah Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Marsinah yang kisah perjuangannya terus dikenang sebagai simbol keberanian melawan ketidakadilan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya