Berita

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setkab)

Politik

Daftar Gebrakan Prabowo selama Setahun Menjabat Presiden

RABU, 22 OKTOBER 2025 | 14:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah terobosan kebijakan digulirkan Presiden Prabowo Subianto selama satu tahun menjadi kepala negara, mulai di bidang pangan, pendidikan, keagamaan, hingga hukum.

“Kami melihat setidaknya ada delapan gebrakan Presiden Prabowo yang sangat luar biasa dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata peneliti senior Jaringan Muslim Madani (JMM), Haji Asep Saefudin dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Oktober 2025.

Pertama, ketahanan pangan. Di era Presiden Prabowo, ketahanan pangan dinilai telah menjadi fondasi kedaulatan nasional. Mulai dari mencetak tiga juta hektare sawah baru dengan target 750 ribu hektar per tahun, peningkatan volume pupuk bersubsidi hingga 9,5 juta ton pada 2025 dan menyederhanakan mekanisme penyaluran.


Kedua, sektor pendidikan dan gizi rakyat. Prabowo telah meluncurkan program Sekolah Rakyat untuk keluarga miskin dan miskin ekstrem agar mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Lalu ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau lebih dari 20 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

"Program ini juga membuka 290 ribu lapangan kerja, melibatkan 1 juta petani, nelayan, dan pelaku UMKM, serta membentuk 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi," ucap Asep.

Ketiga, berperan di dunia internasional. Sejak awal menjabat, Prabowo aktif di kancah diplomasi internasional dengan menghadiri berbagai forum global di tengah dinamika krisis kemanusiaan dan geopolitik dunia.

"Misalnya dalam sidang umum PBB ke-80, Prabowo menyuarakan solusi dua negara sebagai jalan damai bagi konflik berkepanjangan Palestina-Israel. Pidato itu mencerminkan prinsip moral dan tanggung jawab global yang berakar dari pengalaman diplomasi Indonesia," jelasnya.

Keempat, reformasi haji dan pembangunan kampung haji. Saat ini, telah dibentuk Kementerian Haji, kementerian khusus yang menangani penyelenggaraan haji dan umrah.

Kelima, bidang keamanan dengan melakukan reformasi Polri melalui melalui pembentukan Komite Reformasi Polri. 

Keenam, penguatan ekonomi rakyat melalui UMKM. Hingga Oktober 2025, Prabowo telah mengeluarkan kebijakan penghapusan utang macet UMKM, perpanjangan tarif PPh final, serta penguatan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Ketujuh, pemberantasan korupsi dan mafia migas. Dalam beberapa kesempatan, Prabowo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi menjadi prioritas utama, termasuk dalam sektor strategis seperti pertambangan dan migas.

"Sejumlah langkah pembersihan di BUMN dan penindakan terhadap mafia hukum juga menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih," lanjut Asep.

Terakhir adalah transformasi keimigrasian melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 157/2024 terkait pembentukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Menteri Imipas, Agus Andrianto berhasil menaikkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dengan menyetor Rp8.315.346.605.001 ke kas negara per 18 Oktober 2025.

Angka ini meningkat 17,57 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp7.072.001.651.728, sekaligus melampaui target tahun 2025 sebesar Rp6.553.686.050.000.

“Gebrakan-gebrakan ini menandai fondasi penting bagi Indonesia menuju negara yang lebih adil, makmur, dan disegani di dunia internasional,” pungkas Asep.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya