Berita

Direktur Geopolitik GREAT Institut Dr Teguh Santosa saat menghadiri Parade Militer dalam rangka Ulang Tahun Partai Pekerja Korea ke 80 di di lapangan Kim Il Sung Square, Korea Utara (Foto: Dokumen Pribadi Teguh Santosa)

Politik

Dr Teguh Santosa:

Prabowo Bawa Indonesia Jadi Negara Kunci di Tataran Pergaulan Global

RABU, 22 OKTOBER 2025 | 13:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Prabowo Subianto berhasil menjadikan Indonesia menjadi negara yang sangat diperhitungkan dalam kancah politik global.

Diplomasi yang dibangun dalam kurun satu tahun berhasil memberikan pengaruh bagi negara-negara lain untuk melihat cara pandang Indonesia terhadap berbagai persoalan dunia dalam menciptakan perdamaian dan juga menyoroti berbagai ketimpangan dalam pergaulan global.

Hal ini disampaikan Direktur Geopolitik GREAT Institut, Dr Teguh Santosa saat berbicara dalam program Menyapa Pagi yang disiarkan oleh stasiun radio RRI, dikutip redaksi, Rabu 22 Oktober 2025.


“Kalau pertanyaannya seberapa kuat Indonesia di mata dunia, saya kira sangat kuat. Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dan mampu membuat perubahan sikap negara kunci PBB seperti Prancis dan Inggris yang kini setuju mendorong perdamaian Palestina-Israel,” kata Teguh yang berinteraksi dari Raja Ampat, Papua.

Teguh menjelaskan, perubahan sikap negara-negara kunci tersebut merupakan bentuk keberhasilan Prabowo Subianto dalam mewujudkan kebijakan politik luar negerinya yang dikenal dengan istilah Thousand Friends and Zero Enemy. 

Pernyataan-pernyataan dan pandangan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam berbagai forum dunia tentang ketimpangan tata dunia sekarang dan keberaniannya memberikan pernyataan terbuka di kalangan negara muslim mengenai dobel standar dan itu tidak baik untuk perdamaian dunia, membuktikan kapasitas Prabowo sebagai pemimpin kelas dunia.

“Ia bahkan kemudian menawarkan Indonesia jadi pasukan peradmaian di Palestina. Ini sangat luar biasa karena akan membuat negara-negara kunci seperti Prancis dan Inggris serta sekutunya tidak akan melakukan serangan ke Palestina. Jadi memang kalau ingin menciptakan perdamaian dunia harus letakkan senjata untuk maju ke meja perundingan,” kata Teguh.

Karena keberhasilan di level global inilah, Teguh menyebutkan bahwa Prabowo Subianto menjadi sosok yang memiliki visi yang sama dengan Presiden Soekarno dalam membawa Indonesia sebagai “pemain kunci” secara global. Prabowo Subianto menjadikan kebijakan luar negeri atau foreign policy sebagai salah satu lokomotif kebijakan.

“Tantangannya dari kebijakan luar negeri Presiden Prabowo ini justru ke dalam negeri. Dimana, seluruh struktur pemerintahan harus bisa bergerak ke arah yang sama, para menteri harus berfikir untuk bekerja pada sektor masing-masing dan menjadikan sektor yang mereka tangani sebagai sektor pemain kunci,” ungkap Teguh.

Beberapa sektor yang menurutnya sangat vital untuk menyokong Indonesia sebagai tokoh kunci pergaulan dunia tersebut yakni berkaitan dengan sektor ketahanan pangan, energi dan pendidikan.

“Ini karena berkaitan dengan peningkatan SDM dan juga menjadikan sektor energi sebagai komoditas bagi Indonesia untuk tampil sebagai pemain kunci di tataran global. Jadi, jangan lagi sektor-sektor ini justru berkutat dengan masalah-masalah yang lain,” pungkas Teguh.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya